Senin 12 Sep 2022 08:00 WIB

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai Dukung Protes Siswi  

Protes siswi didukung mantan presiden Afghanistan Hamid Karzai.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Muhammad Hafil
 Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai Dukung Protes Siswi. Foto:   Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, berbicara selama konferensi pers, di Kabul, Afghanistan, Ahad 13 Februari 2022. Mantan Presiden Karzai pada hari Ahad menyebut perintah Gedung Putih untuk membebaskan $3,5 miliar aset Afghanistan untuk keluarga 9/11 Amerika sebuah kekejaman terhadap rakyat Afganistan.
Foto: AP/Hussein Malla
Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai Dukung Protes Siswi. Foto: Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, berbicara selama konferensi pers, di Kabul, Afghanistan, Ahad 13 Februari 2022. Mantan Presiden Karzai pada hari Ahad menyebut perintah Gedung Putih untuk membebaskan $3,5 miliar aset Afghanistan untuk keluarga 9/11 Amerika sebuah kekejaman terhadap rakyat Afganistan.

REPUBLIKA.CO.ID,KABUL -- Mantan presiden Afghanistan Hamid Karzai meminta Taliban untuk membuka kembali sekolah menengah perempuan di provinsi-provinsi Afghanistan termasuk Paktia. Ia juga memuji para gadis sekolah menengah yang melakukan aksi protes terhadap penutupan sekolah di provinsi timur Paktia.

"Suara siswa perempuan Paktia adalah suara semua gadis kami dan Afghanistan," kata Karzai melalui akun resmi Twitternya pada Ahad (11/9/2022) waktu setempat. "Kami meminta penjabat pemerintah Islam untuk membuka sekolah-sekolah tersebut," ujarnya menambahkan.

Baca Juga

Taliban berjanji membuka sekolah menengah perempuan pada Maret lalu. Namun pihaknya kembali memutuskan melarang sekolah oleh karena alasan teknis.

Pihak berwenang di Paktia mengatakan bahwa sekolah menengah perempuan telah dibuka kembali, meskipun langkah itu belum disetujui secara resmi. Pada Sabtu pekan lalu, kepala departemen informasi Paktia mengatakan bahwa sekolah-sekolah yang ditutup adalah "propaganda".

Namun tiga warga dan tiga pejabat Taliban mengatakan sekolah ditutup pada Sabtu. Warga, salah satunya adalah seorang guru, meminta untuk tidak disebutkan namanya karena alasan keamanan dan mengatakan penutupan itu telah mendorong beberapa gadis untuk memprotes.

Rekaman video yang ditampilkan oleh penyiar lokal Tolo di situs web dan akun Twitternya menunjukkan puluhan gadis berseragam sekolah berbaris di jalan sambil bersorak. Pejabat pendidikan Taliban di Paktia dan Kabul tidak menjawab permintaan komentar sejauh ini. Juru bicara kelompok itu juga menolak berkomentar.

Sumber-sumber Taliban, yang meminta anonimitas karena mereka tidak berwenang untuk berbicara di depan umum tentang masalah ini, mengatakan banyak orang di kelompok itu ingin anak perempuan bisa bersekolah di sekolah menengah. Taliban mengatakan bahwa mereka sedang mengerjakan rencana untuk membuka kembali sekolah menengah untuk anak perempuan, tetapi belum menentukan kapannya. Sedangkan anak perempuan usia sekolah dasar dan mahasiswi masih dapat menghadiri kelas.

Sumber:

https://www.reuters.com/world/asia-pacific/former-afghan-president-karzai-tweets-his-support-protesting-female-students-2022-09-11/

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement