Jumat 26 Aug 2022 19:00 WIB

Waketum MUI: Tidak Perlu Ada Fatwa BBM Pertalite dan Solar Hanya untuk Warga tak Mampu

Waketum MUI menilai tidak perlu ada fatwa BBM pertalite dan solar.

Rep: Haura Hafizah/ Red: Agung Sasongko
Wakil Ketua Umum MUI - Anwar Abbas
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Wakil Ketua Umum MUI - Anwar Abbas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menanggapi terkait pernyataan Anggota DPR Komisi VII Willy Midel Yoseph yang meminta pemerintah untuk mengeluarkan fatwa pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Pertalite dan Solar hanya untuk warga yang tidak mampu. Menurutnya, hal tersebut tidak perlu.

"Saya rasa tidak perlu ada fatwa khusus dari MUI tentang hal tersebut karena di dalam UUD 1945 pasal 33 sudah dijelaskan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat," katanya pada Jumat (26/8/2022).

Baca Juga

Kemudian, ia melanjutkan konstitusi sudah memberikan amanat kepada pemerintah kalau akan membuat kebijakan maka pemerintah jangan membuat kebijakan yang akan menyusahkan dan atau menyengsarakan rakyat.

"Tapi kebijakan yang akan dibuatnya haruslah yang akan bisa membuat kehidupan rakyatnya menjadi lebih sejahtera," ujar dia.

Ia menambahkan untuk itu menyangkut masalah harga pertalite dan solar apakah akan dinaikkan atau tidak terserah kepada pemerintah cuma di dalam islam ada satu qaidah yang sangat dikenal yaitu thasarruful imam 'alar ro'iyyatin manuthun bilmashlahah.

"Artinya setiap kebijakan dan tindakan yang dibuat oleh imam atau pemerintah haruslah diorientasikan bagi terciptanya kemashlahatan. Pertanyaannya apakah dengan menaikkan harga pertalite dan solar tersebut memang akan bisa menciptakan kemashlahatan di tengah-tengah masyarakat atau tidak?," kata dia.

Untuk itu, dalam hal ini pemerintah hendaknya benar-benar bisa mengkaji dengan baik masalah yang ada dengan memperhatikan keadaan ekonomi rakyat karena kalau seandainya pemerintah membuat kebijakan tentang masalah BBM ini tidak sesuai dengan yang seharusnya.

"Maka, tidak mustahil kebijakan ini akan mengundang keresahan di tengah-tengah masyarakat dan hal itu tentu tidak kita inginkan," kata dia.

Sebelumnya diketahui, Anggota Komisi VII Fraksi PDIP Willy Midel Yoseph meminta pemerintah untuk mengeluarkan fatwa bahwa pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Pertalite dan Solar hanya untuk warga yang tak mampu.

Usulan ini disampaikan langsung kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam Rapat Kerja Komisi VII di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Dia menuturkan, usul ini juga sempat disampaikan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) di dapilnya.

"Saya diskusi dengan MUI Provinsi, bagaimana saya katakan kalau dibuatkan saja fatwa gitu, Pak, yang subsidi itu artinya memang diarahkan pada orang miskin atau orang yang tidak mampu," kata Willy dalam rapat kerja, Rabu (24/8/2022).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement