Jumat 05 Aug 2022 17:47 WIB

Penemuan Arkeologi Baru di Farasan Berasal dari Abad ke-2

Tim arkeologi menemukan baju besi lipat Romawi di Farasan.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Desa Al Qassar yang Bersejarah di Pulau Farasan Arab Saudi. Penemuan Arkeologi Baru di Farasan Berasal dari Abad ke-2
Foto: Arab News
Desa Al Qassar yang Bersejarah di Pulau Farasan Arab Saudi. Penemuan Arkeologi Baru di Farasan Berasal dari Abad ke-2

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Komisi Warisan Arab Saudi pada Kamis (4/8/2022) mengumumkan penemuan baru di situs arkeologi di Kepulauan Farasan yang terletak sekitar 40 kilometer dari kota Jazan.

Penggalian oleh tim gabungan Saudi-Prancis bekerja sama dengan Universitas Paris 1 menghasilkan penemuan beberapa fenomena arsitektur dan artefak yang berasal dari abad ke-2 dan ke-3. 

Baca Juga

 

Dilansir dari Saudi Gazette, Jumat (5/8/2022), penggalian tersebut merupakan bagian dari upaya ilmiah komisi di bidang survei dan penggalian situs warisan di Arab Saudi dan melestarikannya sebagai sumber daya budaya dan ekonomi.

Karya-karya tim ilmiah mengungkap potongan-potongan langka, termasuk baju besi lipat Romawi yang terbuat dari batangan tembaga dan jenis baju besi lain yang dikenal sebagai "Lorica squamata", yang paling sering digunakan selama era Romawi antara abad 1 dan 3 Masehi. 

 

Selain itu, tim menemukan prasasti garnet untuk "Genos", seorang tokoh Romawi yang terkenal di Kekaisaran Romawi Timur, serta kepala patung batu kecil. Sebuah tim Saudi-Prancis telah melakukan perjalanan pengintaian dan eksplorasi ke Pulau Farasan pada tahun 2005 dan mengidentifikasi lokasi dengan indikator arkeologi, sebelum survei dimulai di pulau tersebut pada 2011. 

 

Eksplorasi sebelumnya yang dilakukan antara 2011 dan 2020 menghasilkan beberapa penemuan arsitektur dan arkeologi yang menunjukkan situs ini berasal dari hampir 1400 SM.

Pekerjaan eksplorasi di lokasi Pulau Farasan berkontribusi pada beberapa penemuan arkeologis dan mengungkap situs-situs penting. Ini memberikan wawasan penting tentang peran sipil dari pelabuhan bersejarah di bagian selatan Kerajaan serta peran mereka dalam mengendalikan perdagangan Laut Merah dan rute laut kuno. 

Penemuan arkeologi juga menyoroti kedalaman kehidupan sipil di Kepulauan Farasan dan pentingnya Arab Saudi dan lokasinya yang strategis sebagai pusat berbagai peradaban. Komisi Warisan terus mengintensifkan upaya mengelola komponen warisan budaya dan melindungi dan memelihara situs budaya, selain mengambil manfaat darinya dalam proses pembangunan berkelanjutan dengan merumuskan strategi yang akurat dan kemitraan yang luas baik di tingkat lokal maupun internasional.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement