Rabu 13 Jul 2022 03:00 WIB

Rayakan Idul Adha, Muslim Jerman Impor Daging Halal dari Polandia

Para tukang daging di Jerman terpaksa mengimpor daging halal dari Polandia

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko
Toko daging halal. Ilustrasi
Foto: Al Arabiya
Toko daging halal. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Para tukang daging di Jerman terpaksa mengimpor daging halal dari Polandia untuk bisa merayakan Idul Adha. Hal ini dilakukan setelah pihak berwenang di Berlin melarang proses penyembelihan daging dengan cara yang secara agama diperbolehkan bagi umat Islam untuk mengonsumsinya.

Di Jerman, seperti dilansir Al Araby, Selasa (12/7/2022), menyembelih daging tanpa listrik adalah ilegal. Kebijakan ini secara efektif melarang produksi daging halal dalam negeri. Untuk menyiasati hal tersebut, Muslim Jerman telah menggunakan negara tetangga Polandia untuk membeli produk hewan halal.

Baca Juga

Salah satu tukang jagal di Polandia, Batal Turkman mengatakan, dia menyembelih 100 domba di sebuah peternakan di Polandia untuk dikirim kepada umat Muslim di Jerman yang tidak diizinkan untuk melakukan menyembelihan hewan kurban, tanpa melanggar hukum di Jerman dan agama Islam.

Menurut Turkman, mengangkut daging dari Polandia ke Jerman memang sulit. Namun ada kepuasan tersendiri ketika mengirim daging kepada pemiliknya di Jerman. Seperti sebagian besar negara-negara Eropa, pemerintah Jerman tidak mengakui Idul Adha sebagai hari libur resmi.

Karena itu banyak Muslim tetap bekerja dan sekolah selama empat hari Idul Adha. Setelah Prancis, Jerman menjadi tuan rumah populasi Muslim terbesar kedua di Eropa dengan sekitar 4,7 juta Muslim di negara itu, yang mayoritas berasal dari Turki.

Di belahan dunia lain, di Kanada, toko daging halal Al Hilal di Halifax telah melayani hampir 150 pelanggan setiap harinya. Pelanggan pun semakin banyak seiring dengan dirayakannya Hari Idul Adha yang dimulai pada Jumat (8/7) waktu setempat.

Akhir pekan kemarin merupakan salah satu akhir pekan tersibuk tahun ini bagi para pedagang halal. "Kemarin, saya dan pemiliknya sudah bangun sejak jam 5 pagi untuk pergi dan bersiap-siap untuk hari itu. Dan kami sudah berlari tadi malam sampai jam 1 malam," kata Elsaraiti, penjaga toko daging halal Al Hilal.

Elsaraiti mengatakan, toko tempat dia bekerja telah dikunjungi banyak pelanggan. Tetapi mereka terkena dampak inflasi, yang mencapai titik tertinggi sejak 1980-an. Sehingga, pelanggan yang biasanya membeli daging domba utuh, sekarang menjadi hanya setengahnya. "Siapa pun yang dulu datang membeli domba utuh, sekarang mereka membeli setengah domba, beberapa kilogram dan sebagainya. Jadi penjualannya turun," katanya.

Elsaraiti melanjutkan, kondisi ini membuat pemilik toko untuk bekerja dengan pemasoknya, Daging Oulton di Lembah Annapolis, untuk menurunkan harga menjelang Idul Adha. Toko mengubah harga domba dari 11 dolar per pon menjadi 9,50 dolar. "Banyak yang harus dibantu. Kami turunkan harga, dan orang-orang kembali berkesempatan menikmati daging," tuturnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement