Sabtu 09 Jul 2022 06:38 WIB

Dompet Dhuafa: PMK Tak Menyulutkan Animo Masyarakat untuk Berqurban

Dompet Dhuafa hingga Kamis (7/7) mampu kumpulkan penjualan 14 ribu ekor hewan qurban

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika Rahmad Riyadi menyampaikan sambutan saat konferensi pers terkait Kurban di Jakarta, Kamis (16/6/2022). Konferensi pers tersebut membahas tentang langkah antisipasi Dompet Dhuafa dalam mengatasi penyebaran wabah PMK menjelang Idul Adha 1443 H. Selain itu, Dompet Dhuafa menggelar program Tebar Hewan Kurban dengan target pendistribusian sebanyak 40.000 hewan kurban ke berbagai wilayah di lokasi 3T (terpencil, tertinggal dan terluar). Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika Rahmad Riyadi menyampaikan sambutan saat konferensi pers terkait Kurban di Jakarta, Kamis (16/6/2022). Konferensi pers tersebut membahas tentang langkah antisipasi Dompet Dhuafa dalam mengatasi penyebaran wabah PMK menjelang Idul Adha 1443 H. Selain itu, Dompet Dhuafa menggelar program Tebar Hewan Kurban dengan target pendistribusian sebanyak 40.000 hewan kurban ke berbagai wilayah di lokasi 3T (terpencil, tertinggal dan terluar). Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Filantropi, Dompet Dhuafa (DD) menyatakan wabah penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak menyulutkan animo masyarakat untuk berqurban. Hal ini disampaikan oleh Ketua program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa, Dian Mulyadi.

“Penghimpunan hewan kurban pada tahun ini menunjukkan peningkatan. Melihat penghimpunan secara nasional menunjukan intensitas lalu lintas pembayaran qurban dari masyarakat cukup bagus. Meski masih ada sedikit margin berbanding qurban tahun lalu. Insyaa Allah, sampai akhir waktu, Tebar Hewan Kurban menunjukkan pertumbuhan positif,” kata Dian dalam keterangan tertulisnya kepada Republika.

Berdasarkan data Ideas, Potensi qurban terbesar datang dari Pulau Jawa, terutama wilayah aglomerasi dimana mayoritas kelas menengah muslim dengan daya beli tinggi berada. Ideas memproyeksikan potensi qurban tahun ini sebesar Rp. 24,3 triliun dari 2,17 juta pean./ proyeksinya terdiri dari 396 ribu sapi-kerbau dan 936 ribu kambing-domba, senilai Rp 18,3 triliun, setara 80,4 ribu ton daging.

Di Idul Adha 1443 H, Dompet Dhuafa menargetkan penghimpunan hewan qurban sebanyak 40 ribu ekor. Hingga Kamis (7/7/2022), sudah terhimpun lebih dari 14 ribu ekor setara domba kambing.

 

“Hewan kurban yang berhasil dihimpun mencapai lebih 14 ribu ekor. Di sisi lain per hari ini untuk penjualan domba kambing premiun dengan bobot lebih 29 kg sudah terjual habis. Kami pun optimis qurban tahun ini dapat mendongkrak penghimpunan. Mengingat terdapat tren lonjakan pembelian menjelang hari terkahir. Dari tahun ke tahun seperti itu polanya,” ucap Dian.

Adapun Dompet Dhuafa terus menggecarkan promosi program Tebar Hewan Kurban pada tahun ini dengan memaksimalkan kanal-kanal e-commerce hingga pembukaan konter di sejumlah pusat pembelanjaan hingga perkantoran. Untuk program Tebar Hewan Kurban tahun ini, Dompet Dhuafa memaksimalkan kanal Digital dan terdapat kerjasama 42 channel, baik itu e-commerce, mobile banking, crowdfunding hingga fintech.

Baca juga : Cara Aman Konsumsi Daging Kurban di Tengah Wabah PMK

Di sejumlah channel qurban, Dompet Dhuafa masih terus membuka layanan hingga hari tasyrik Iduladha. Langkah tersebut tentunya untuk memudahkan masyarakat berqurban dan meluaskan manfaat, serta berkah qurban.

“Kami masih buka atau melayani qurban hingga hari tasyrik melalui channel kurban.dompetdhuafa.org. Jadi, jangan khawatir. Buat masyarakat yang belum menunaikan qurbannya, dapat langsung meluaskan manfaat berkah kurban bersama Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa,” kata Dian Mulyadi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement