Sabtu 11 Jun 2022 10:50 WIB

Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam MUI Gelar Rakornas, Multaqo dan FGD

Acara itu membahas isu-isu terkini tentang seni budaya dan peradaban Islam.

Ketua Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustadz Habiburrahman El-Shirazy..
Foto: Dok Republika Penerbit
Ketua Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustadz Habiburrahman El-Shirazy..

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) punya hajatan besar. LSBPI MUI akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Multaqo dan Focus Group Discussion (FGD) terkait isu-isu terkini tentang seni budaya dan peradaban Islam.

Kegiatan itu mengusung tema Meneguhkan Orientasi Seni dan Budaya Islam Dalam Membangun Peradaban Bangsa”. “Acara Rakornas, Multaqo dan FGD LSBPI MUI akan digelar secara hybrid, dan diikuti oleh perwakilan LSBPI/ Komisi Seni Budaya MUI daerah,” kata Ketua LSBPI MUI Ustadz Habiburrahman El-Shirazy dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu  (11/6).

Kang Abik, panggilan akrabnya menambahkan, “Acara Rakornas, Multaqo dan FGD LSBPI MUI bertujuan untuk konsolidasi Lembaga atau Komisi Seni Budaya dan Peradaban Islam MUI seluruh Indonesia, mempertemukan seniman dan budayawan muslim se-Indonesia untuk bersinergi membangun peradaban mulia dan mempersiapkan Konggres Kebudayaan Umat,” ujarnya.

Ketua Panitia Rakornas, Multaqo dan FGD LSBPI MUI Ustadz Erick Yusuf  mengatakan Multaqo (pertemuan) para ahli dan praktisi seni budaya Islam,  yang merupakan rangkaian kegiatan Rakornas LSBPI MUI  penting sekali. Apalagi ini pertama kali diadakan oleh MUI.

“Ini pertemuan yang betul-betul menjadi tonggak. Pertama, untuk silaturahim. Kedua, kita mencoba merangkul bersama-sama. Konsepnya adalah tawashow (bersama-sama), konsep berjamaah, konsep saling. Melalui Multaqo kita mencoba menguraikan, memberikan arahan, dan  memberikan solusi permasalahan umat terkait seni budaya. Karenanya ini embrio yang diharapkan jadi pertemuan rutin yang diiniasi oleh MUI, utamanya oleh LSBPI,” kata Ustadz Erick Yusuf.

Ia menambahkan, “Semoga Multaqo ini menjadi wadah tempat para ahli (ulama) dan seniman Muslim berkumpul unntuk saling bisa saling memberikan masukan yang positif terhadap perkembangan dakwah khususnya dalam seni budaya dan peradaban Islam.”

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement