Rabu 27 Apr 2022 20:57 WIB

Menjadi Relawan Masjidil Haram, Kegiatan yang Dicintai Warga Arab Saudi

rRbuan sukarelawan bekerja di Masjidil Haram selama bulan suci Ramadhan.

Rep: mgrol135/ Red: Ani Nursalikah
Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci baru-baru ini mengumumkan ribuan sukarelawan bekerja di Masjidil Haram selama bulan suci Ramadhan. Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci baru-baru ini mengumumkan ribuan sukarelawan bekerja di Masjidil Haram selama bulan suci Ramadhan. Menjadi Relawan Masjidil Haram, Kegiatan yang Dicintai Warga Arab Saudi
Foto:

“Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi meningkatkan jumlah peluang sukarelawan yang tersedia setiap tahun untuk mencapai satu juta sukarelawan pada 2030, yang sejalan dengan Visi Kerajaan 2030 dan tujuannya,” katanya.

Ehsan Hawsawi, seorang relawan dalam tim l2jlkyawatan (Untuk Tanah Air) mengatakan kerja relawan adalah suatu kehormatan dan merupakan pilar utama masyarakat, terutama selama Ramadhan, yang mewujudkan nilai-nilai memberi, solidaritas dan kerja sama. “Hal ini bertujuan meninggalkan dampak besar di hati para pengunjung Dua Masjid Suci, mengajarkan kepada generasi dimensi karya ini bersama dengan nilai-nilai interaktif dan budayanya, dan menggabungkan konsep inovasi dan keragaman dalam agama, budaya, sosial yang terkait dengan kesehatan dan pariwisata,” katanya.

Pemimpin Tim Relawan Hur Makkah, Abeer Fakirah mengatakan manusia pada dasarnya tidak bisa hidup sendiri. Mereka perlu menjadi bagian dari masyarakat dan dengan sekelompok orang, baik di rumah, tempat belajar atau tempat kerja.

Hal ini terjadi karena ciri-ciri sosial termasuk di antara sifat-sifat manusia. "Akal sehat selalu meminta manusia untuk berbuat baik dan mengesampingkan kejahatan tanpa batas,” katanya.

Dia mengatakan kerja sukarela dianggap sebagai salah satu sumber utama perbuatan baik karena membantu mencerminkan citra positif masyarakat, dan mengungkapkan kemakmurannya dan seberapa banyak moral yang baik tersebar di antara anggotanya.

“Tim Relawan Hur Makkah telah berkontribusi setiap tahun dan tahun ini untuk melayani pengunjung Masjidil Haram. Ini telah membantu memberikan layanan pertolongan pertama dan layanan organisasi dalam mendukung beberapa badan yang dipercayakan untuk memastikan keselamatan dan keamanan pengunjung masjid,” katanya.

Fakirah mengatakan 30 ribu jamaah haji dan pengunjung telah merasakan manfaat dari layanan tim, sementara jumlah penyedia layanan pria dan wanita dari tim mencapai 145 orang. “Tujuan kami adalah untuk mendapatkan ganjaran dari Allah atas perbuatan baik kami sampai Makkah menjadi kota pertama di dunia,” kata Fakirah.

https://www.arabnews.com/node/2070476/saudi-arabia

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement