Senin 14 Mar 2022 20:19 WIB

Munas Jatman 2022 Usung Nilai Luhur Thoriqoh untuk Perkokoh NKRI

Jatman menggelar munas di Bengkulu.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
Munas Jatman 2022 Usung Nilai Luhur Thoriqoh untuk Perkokoh NKRI. Foto ilustrasi: Anggota Tarekat Naqsabandiyah/ilustrasi
Foto: Amin Madani/Republika
Munas Jatman 2022 Usung Nilai Luhur Thoriqoh untuk Perkokoh NKRI. Foto ilustrasi: Anggota Tarekat Naqsabandiyah/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu'tabaroh an-Nahdliyyah (Jatman) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) di Bengkulu pada 12-15 Maret. Munas kali ini mengangkat tema "Membumikan Nilai-Nilai Luhur Thoriqoh untuk Memperkokoh NKRI".

Sekretaris Jenderal Jatman, KH Mashudi menyampaikan, para peserta dari berbagai daerah turut menghadiri Munas tersebut. Di antaranya peserta yang berasal dari Merauke Provinsi Papua. Total ada sekitar 600 peserta yang hadir dalam Munas ini.

Baca Juga

"Mereka datang dengan berbagai jalur. Dari jalur udara, darat, hingga laut. Ini luar biasa. Dan alhamdulillah atas dukungan dari tokoh-tokoh di pemerintah provinsi Bengkulu yang juga luar biasa," kata dia kepada Republika.co.id, Senin (14/3).

Kiai Mashudi bersyukur atas dukungan dari tokoh-tokoh di Bengkulu. Jatman akan menindaklanjuti kemitraan dengan pemerintah provinsi Bengkulu dalam menyejahterakan masyarakat sekaligus terlibat dalam upaya menjadikan Bengkulu sebagai daerah yang terhindar dari berbagai marabahaya dan bencana.

Dia menjelaskan, Munas Jatman 2022 ini membahas dua hal yaitu keorganisasian dan program kerja. Pada keorganisasian, beberapa di antaranya membahas soal upaya mendorong Idaroh Wustho, Idaroh Syubiyah dan tingkat Idaroh di bawahnya untuk membentuk lembaga ekonomi.

Di dalam Munas kali ini juga dilakukan penggantian nama secara resmi dari Muslimat Thoriqiyyah menjadi Muslimat Wathonah. Keberadaan Muslimat Wathonah sebagai lajnah ini disertai dengan Standar Operasional Prosedur untuk mendukung percepatan perkembangannya.

"Kami juga membahas pembentukan rintisan TV komunitas Jatman sebagai penyeimbang dari TV lain. Kemudian Munas ini juga meningkatkan status pelaksana tugas (Plt) Mudir Aam Habib Umar Muthohar menjadi Mudir Aam," paparnya.

Dalam bidang program kerja, Kiai Mashudi mengatakan, Munas membahas pembakuan pelaksanaan silaturahim idaroh yang diatur berdasarkan zonasi atau per Idaroh Wustho. Munas ini juga mendukung penyelenggaraan Multaqo Sufi Dunia yang sebelumnya telah digagas dan digelar oleh Jatman pada 2019 lalu.

"Insya Allah, dalam waktu yang tak lama lagi, Jatman pusat akan menggelar Multaqo Sufi al-Alami, pertemuan sufi dunia, yang di dalamnya ada berbagai insan thoriqoh, dan sufi dari berbagai negara," jelasnya.

Jatman sendiri, lanjut Kiai Mashudi, membawahi lebih dari 43 thoriqoh atau tarekat di Indonesia. Berbagai ikhtiar kebajikan yang dilakukan Jatman ditujukan bagi kemajuan agama, bangsa dan negara baik pada masa lalu, kini, dan mendatang.

Kiai Mashudi menambahkan, saat ini Jatman mengemban peranan dalam menghadapi tantangan global. Tantangan ini antara lain berupa ideologi liberalisme dan kapitalisme yang berpangkal pada sekularisme sistem politik dan sistem ekonomi yang sering dipaksakan berlaku di negeri-negeri lain.

Tantangan selanjutnya yaitu kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat menggoyahkan batas etika dan moral. Juga budaya global yang didominasi Barat dan bercirikan pendewaan diri, kebendaan, dan nafsu syahwatiyah yang potensial melunturkan aspek religiusitas masyarakat serta menganggap sepele peran agama dalam kehidupan umat manusia.

"Jam'iyyah berisi orang-orang yang memberikan contoh akhlak mulia dan hubungan jiwa humanistik, sosial, dan keagamaan yang baik. Toleransi merupakan kebiasaan atau tradisi yang memiliki sense kepada sesama," tuturnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement