Sabtu 26 Feb 2022 23:00 WIB

Konten Pornografi Masih Mudah Diakses

Pornografi juga masuk pada ruang-ruang permainan digital seperti game.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Agung Sasongko
Stop pornografi, ilustrasi
Foto: yigidrip.wordpress.com
Stop pornografi, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika sepanjang 2021 ada sekitar 1,1 juta konten porno yang tersebar di internet. Pada saat yang sama pornografi juga masuk pada ruang-ruang permainan digital seperti game yang populer dimainkan anak-anak hingga usia dewasa. 

Ketua bidang dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ahmad Zubaidi mengaku prihatin dengan konten-konten pornografi yang banyak tersebar dan mudah diakses. Sebab itu kiai Zubaidi mengajak setiap keluarga Muslim untuk membentengi anak-anak dan setiap anggota keluarga agar tidak menonton tayangan yang memuat konten pornogtafi. 

Baca Juga

Menurutnya peran orang tua dalam memberikan pemahaman kepada anak tentang tontonan-tontonan yang baik dan positif serta menjauhi konten-konten pornografi sangat penting dilakukan. Kiai Zubaidi mengatakan orang tua dapat memberitahu kepada anak-anak tentang indikator-indikator tayangan yang buruk dan termasuk dalam konten pornografi sehingga diharapkan anak tidak mengaksesnya.

Meski  begitu menurut kiai Zubaidi konten-konten pornografi saat ini kerap muncul dan terlihat tanpa sengaja untuk diakses. Seperti ketika menginstal sebuah aplikasi tertentu yang justru menampilkan iklan yang memuat konten pornografi. Atau pun pada iklan game dan lainnya. Karena itu menurutnya pemerintah harus lebih bekerja keras dalam menangani masifnya penyebaran konten-konten pornografi. 

"Orang tua harus ketat sekali dalam menjaga putra putrinya dalam bermain gadget, di sisi lain juga upaya pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo yang harus lebih masif lagi dalam rangka menjaring konten-konten yang bertentangan dengan nilai budaya luhur Indonesia dalam rangka melindungi generasi muda kita supaya tidak teracuni oleh konten-konten tontonan yang berbau pornografi," kata kiai Zubaidi kepada Republika beberapa waktu lalu. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement