Selasa 22 Feb 2022 20:20 WIB

Alasan Mengapa Dakwah Islam Penting Merambah Dunia Digital?

Dakwah Islam yang rahmatan lil alamin penting mengisi konten dunia digital

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Beragam media sosial (ilustrasi). Dakwah Islam yang rahmatan lil alamin penting mengisi konten dunia digital
Foto: Alexander Shatov Unsplash
Beragam media sosial (ilustrasi). Dakwah Islam yang rahmatan lil alamin penting mengisi konten dunia digital

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Islam lahir sebagai agama rahmatan lil alamin, yaitu agama yang merupakan bentuk rahmat dan rasa kasih sayang Allah SWT kepada semua makhluk-Nya. 

Konsep Islam rahmatan lil alamin ini selalu diserukan umat Islam Indonesia dan kerap didengar di forum-forum pengajian.

Baca Juga

Namun, Islam sebagai agama kasih sayang bagi segenap semesta sampai saat ini masih banyak memiliki tantangan. Karena itu, KH Muhammad Solikhin menulis buku berjudul “Islam rahmatan lilalamin” yang bisa dijadikan sebagai panduan dakwah umat Islam Indonesia dalam konteks kekinian.

Berbeda dengan buku-buku dakwah lainnya, buku ini juga menawarkan sebuah metode dakwah dengan information dan teknologi (IT), sehingga Islam rahmatan lil alamin tersebut benar-benar dapat terwujud di tengah-tengah masyarakat.

 

KH Muhammad Solikhin menjelaskan, dakwah dengan IT sebenarnya sebuah tema yang lama. Ia sama tuanya dengan hiruk-pikuk dakwah multimedia dan isu Islam dan globalisasi. 

Namun, hal ini tetap penting sebagai wacana pencarian sebuah alternatif gerakan dakwah sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini.

Muhammad Solikhin sediri termasuk salah satu kiai yang melek dengan perkembangan teknologi informasi. Menurut dia, jika dikaitkan dengan teknologi, dakwah dapat dikategorikan menjadi tiga.

Pertama, yaitu dakwah konvensional yang terbagi atas majelis tabligh, majelis taklim, dan majelis takwa. Kedua, teledakwah (mengambil istilah dari televangelisme). Sedangkan yang ketiga adalah e-dakwah yang meliputi dakwah digital, dakwah elektrobik, dan dakwah via internet.

Menurut Kiai Solikhin, teknologi memang memang memberikan tawaran dakwah yang cukup menjanjikan. Dakwah telemedia misalnya, terbukti ampuh memasuki segala lini kehidupan manusia, lintas agama, dan kepercayaan. Bisa via talk show, sinetron, tulisan media massa, buku, cemarah live, dan sebagainya.

Jumlah pengguna internet di Indonesia sendiri dilaporkan telah mencapai 202,6 juta orang hingga Januari 2021. Angka ini tumbuh 15,5 persen dari tahun sebelumnya dengan kenaikan 27 juta orang. Karena itu, e-dakwah menjadi sangat penting di era sekarang ini untuk menyebarkan Islam rahmatan lil alamin.

Kiai Solikhin menjelaskan, e-dakwah juga menjadi sangat signifikan terkait dengan lalu lintas kesibukan, komunikasi, kebutuhan informasi dan profesionalisme manusia. Misalnya, di mana pun berada saat ini orang akan dapat mengetahui waktu sholat di seluruh penjuru dunia.

Dengan IT, menurut Kiai Solikhin, umat Islam juga dapat dipermudah untuk mendapatkan informasi-informasi lebih awal tentang hal-hal penting terkait ibadah massal. Misalnya, informasi tentang awal puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha.

E-dakwah tidak lain adalah upaya pemanfaatan teknologi informasi sebagai respons aktif kreatif terhadap perkembangan yang ada dengan memandang sisi positifnya. Jika dakwah konvensional dibatasi ruang dan waktu, maka e-dakwah bisa melintasi ruang dan waktu.

Menurut Kiai Solikhin, paling tidak ada tiga hal yang menjadikan e-dakwah begitu penting di zaman sekarang ini. Petama, yaitu karena umat Islam telah menyebar ke seluruh dunia. 

Kedua, karena Islam dicitrakan kurang baik oleh media Barat, sehingga perlu diluruskan. Sedangkan yang ketiga, untuk menunjukkan bahwa muslim bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada, selama tidak bertentangan dengna akidah.

Dalam bukunya ini, Kiai Solikhin juga mengungkapkan hambatan-hambatan dan tantangan e-dakwah di Indonesia. Selain itu, dia juga memaparkan tentang kelemahan dan kekuatan e-dakwah. Namun, menurut dia, yang jelas e-Dakwah menjadi sesuatu yang sangat mendesak dilakukan.

Kiai Solikhin mengatakan, generasi muda santri, para kiai, dan ulama sangat perlu untuk dikenalkan, dilatih dan difasilitasi bagi penggunaaan internet dan basis teknologi informasi yang mendukungnya. Menurut dia, gerakan e-dakwah ini pun harus berangkat dari ketulusan niat, bukan pada niatan profit sebagai panglima.   

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement