Rabu 19 Jan 2022 08:40 WIB

ACT Solo Bangun Sumur Wakaf di Wilayah Terdampak Kekeringan di Grobogan

Sumur dibangun dekat dengan masjid agar masjid tak kekurangan air bersih untuk wudhu

Rep: Binti Sholikah/ Red: Gita Amanda
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo melakukan pengeboran sumur wakaf di Dukuh Wuni, Desa Keyongan, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Foto: dok. ACT Solo
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo melakukan pengeboran sumur wakaf di Dukuh Wuni, Desa Keyongan, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo terus menjalankan program pengentasan krisis air bersih di daerah-daerah yang rawan kekeringan dan minim sumber air bersih meskipun musim kemarau belum tiba. Salah satu wilayah yang saat ini menjadi fokusan pengeboran sumur yakni Dukuh Wuni, Desa Keyongan, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang dilaksanakan pengeboran pada Senin (17/1/2022).

Tim program ACT Solo, Nining Ardianti, menjelaskan bantuan pengeboran sumur tersebut merupakan program unggulan ACT yakni program sumur wakaf. Melalui sumur wakaf yang di bangun, ACT Solo berharap tidak ada lagi masyarakat di Dukuh Wuni yang kekurangan air bersih pada saat musim kemarau.

Baca Juga

"Sumur wakaf  yang kami bangun ini perkiraan dibor sedalam 80 meter, agar mengalirkan debit air yang tinggi. Supaya ketika musim kemarau tiba, sumur bor tersebut masih mengeluarkan air bersih yang melimpah," jelas Nining seperti tertulis dalam siaran pers yang diterima Republika.

Dia menambahkan titik pengeboran sumur memang sengaja di letakkan berdampingan dengan Masjid Annur di dusun setempat. Tujuannya, agar di masjid juga tidak kekurangan air bersih untk berwudhu. Selain itu, memberikan stimulus untuk masyarakat supaya ikut peduli dan meramaikan masjid tersebut.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Solo, Septi Endrasmoro, menyampaikan program sumur wakaf tidak hanya diperuntukkan untuk wilayah yang rawan kekeringan. Akan tetapi diupayakan juga untuk dibangun merata di daerah-daerah yang membutuhkan sumur bor. Meskipun daerah tersebut secara geografis tidak terdampak kekeringan.

"Semoga ACT Solo bisa terus konsisten menjalankan program ini. Dan kami meminta doa kepada masyarakat agar terus diperlancar dan diberikan kemudahan oleh Allah SWT," ucap Septi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement