Selasa 18 Jan 2022 20:34 WIB

Tantangan Kini Pemuda Muslim di Barat dan Cara Menghadapinya

Umumnya, alkohol menjadi bagian tidak terpisahkan dari gaya hidup di Barat.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Sisterhood FC, Klub Sepak Bola Muslimah Pertama di Inggris. Tantangan Kini Pemuda Muslim di Barat dan Cara Menghadapinya
Foto: Wisconsin Muslim Journal
Sisterhood FC, Klub Sepak Bola Muslimah Pertama di Inggris. Tantangan Kini Pemuda Muslim di Barat dan Cara Menghadapinya

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menjadi Muslim dan tinggal di Barat adalah sesuatu yang saat ini banyak ditemukan. Apakah mereka kesulitan atau menemukan kemudahan dalam hidupnya, setiap individu akan memiliki cerita yang berbeda-beda.

Melansir dari About Islam, Selasa (18/1/2022), berikut ini tantangan yang umum dihadapi muslim di Barat dan bagaimana cara mereka menghadapinya.

Baca Juga

1. Bersenang-senang

Dunia Barat sangat kental dengan kebiasaan pesta dan minuman keras (alkohol). Maka tidak heran bila cara mereka merayakan kesenangan adalah dengan minum-minum alkohol.

 

Salah satunya di pesta pernikahan pasti akan tersedia alkohol. Tetapi bagi seorang muslim, mereka tetap dapat menghadiri acara pesta tanpa meminum alkohol dan mereka tetap bersenang-senang, meskipun tidak minum.

2. Bersosialisasi

Beberapa Muslim yang tinggal di Barat akan merasa terisolasi dari rekan kerjanya karena tidak ikut pergi makan siang di pub atau bar Inggris. Sebagian memilih tetap ikut agar bisa bersosialisasi, namun mereka tetap tidak ikut memesan alkohol.  

“Anda perlu mencari tahu apa yang paling masuk akal bagi Anda. Maksud saya jelas jangan hanya mengambil jawaban yang paling mudah seperti, ‘oh, saya hanya akan memutuskan bahwa menurut saya minum atau pergi ke pub boleh saja asalkan saya tidak minum…” ujar Leah Mallery, seorang mualaf asal Amerika

“Saya pikir mungkin akan lebih aman untuk tidak pergi. Tapi saya mengerti bagaimana itu akan membuat Anda merasa terisolasi,” lanjutnya.

Leah mengaku sebagai pribadi yang tertutup, tentu ia memilih tidak ikut dan hanya perlu mengucapkan permintaan maaf. Tetapi hal ini tidak mudah bagi mereka yang sangat sosial. Alangkah bijak, ujar Leah, bila mengajak teman-teman ke tempat yang tidak ada minuman alkohol atau mengajak teman-teman ke rumah.

“Menjadi seorang Muslim di Barat khususnya hari-hari ini adalah pilihan aktif yang harus kita buat setiap hari, terutama bagi kita yang Muslim,” ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement