Rabu 08 Dec 2021 23:59 WIB

Sikapi Pesta Gay, Ketua MUI: Polisi Harus Bertindak Tegas

Pelaku gay dan mereka yang bertanggungjawab harus ditindak tegas

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Nashih Nashrullah
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH M Cholil Nafis, menegaskan pelaku gay dan mereka yang bertanggungjawab harus ditindak tegas
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH M Cholil Nafis, menegaskan pelaku gay dan mereka yang bertanggungjawab harus ditindak tegas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Muhammad Cholil Nafis menanggapi terkait pesta gay yang digelar di Kafe Wow, Kalibata, Jakarta Selatan. 

Menurutnya, aparat hukum harus tegas dalam menangani kasus tersebut. "Kafe harus ditutup dan diberikan sanksi. Aparat hukum harus tegas dengan kasus ini," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (8/12). 

Baca Juga

Kemudian, dia melanjutkan jika kafe tersebut ditutup dan diberikan sanksi akan membuat yang lainnya tidak berani melakukan hal tersebut. Dia berharap tidak ada lagi pesta gay di tempat lain. 

"Kalau kafe itu ditutup kan akan jadi perhatian yang lain. Biar jera juga dan tempat lain tidak berani," ujar dia. 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis), Ustadz Jeje Zaenudin menanggapi terkait pesta gay yang digelar di Kafe Wow, Kalibata, Jakarta Selatan. 

Menurutnya, hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Di antaranya karena pola hidup hedonisme yang semakin banyak dianut di kalangan masyarakat tertentu.  

"Dalam hukum syariat para nabi dan rasul Allah SWT menyatakan kaum gay itu jika tidak mau bertaubat akan dihukum mati. Dan Allah telah membinasakan secara kolektif kaum gay itu pada masa Nabi Luth dengan dihancurkannya negeri Sadom dan Gomorah," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Rabu. 

Kemudian, dia melanjutkan kecenderungan perilaku seks menyimpang semakin meluas dan terang-terangan. Budaya masyarakat semakin permisif terhadap penyimpangan perilaku pergaulan dan seksual karena terpengaruh propaganda kebebasan dan hak asasi individu dari kaum liberal.

 

Sebelumnya diketahui, sebuah video viral beredar di media sosial yang diduga pesta gay di Kafe Wow, Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (5/12) malam. Kafe tersebut sempat digerebek warga setempat dan kini polisi sedang memburu para pelaku yang terlihat dalam video tersebut.

 

Dalam video tersebut memperlihatkan sekelompok remaja lelaki memakai tank top dan miniset melakukan atraksi tarian gemulai bak seorang perempuan. 

Tarian mereka juga ditonton puluhan pengunjung Kafe Wow. Tak hanya menonton, para pengunjung juga menyoraki para remaja gemulai tersebut.

Kapolsek Pancoran Kompol Rudiyanto menegaskan, pihaknya bakal mencari sejumlah remaja yang diduga melakukan pesta gay di Kafe Wow. "Kami dan pihak manajemen akan mencari dan mengklarifikasi, apa maksud tujuan mereka melakukan hal itu," kata Rudiyanto kepada awak media, Selasa (7/12).  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement