Jumat 12 Nov 2021 23:12 WIB

Hari Ayah dan Memahami Tugas Mulianya Menurut Islam   

Ayah mempunyai peranan besar dalam kehidupan keluarga

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah
Ayah mempunyai peranan besar dalam kehidupan keluarga. Ilustrasi ayah mengajari anak
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Ayah mempunyai peranan besar dalam kehidupan keluarga. Ilustrasi ayah mengajari anak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Hari Ayah diperingati setiap 12 November. Peran ayah sangatlah penting dalam keluarga.  

Sosiolog dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Tyas Retno Wulan, mengingatkan seorang anak membutuhkan peran dari kedua orang tua. Peran orang tua ini penting agar tumbuh kembang diri anak dapat berjalan optimal.

Baca Juga

"Pada intinya adalah bahwa seorang anak pada setiap fase kehidupannya membutuhkan role model yang ideal agar bertumbuh dengan baik secara sosial, psikis maupun fisik," katanya, Jumat (12/11). 

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata dia, seorang anak membutuhkan peran dari kedua orang tua mereka. "Selama ini seolah-olah ada pembagian kerja dalam masyarakat bahwa ayah berperan untuk instrumental role atau terkait dengan mencari nafkah, berhubungan dengan pihak luar dan lain sebagainya sementara ibu berperan dalam ekspresif roleseperti kasih sayang, perhatian dan lain-lain," katanya.

 

Padahal, kata dia, keduanya harus bisa melakukan kedua peran itu dengan seimbang guna mendukung psikologis dan tumbuh kembang anak. Dia menambahkan bahwa ayah dan ibu dapat bersama-sama menjalankan peran instrumental dan ekspresif dengan baik.

"Peran seperti menyiapkan makanan, mengantar sekolah, menemani saat tidur, membawa berobat saat sakit bisa dilakukan kedua orang tua," katanya.

Sementara itu, peringatan Hari Ayah Nasional setiap tanggal 12 November, kata dia, dapat menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan kembali peran ayah dan pengasuhan serta tumbuh kembang anak.

Terkait hal tersebut, kata dia, ayah juga bisa menjadi sosok yang komunikatif dan mencurahkan perhatian serta mendengarkan keluhan dan kegelisahan anaknya.

"Anak membutuhkan sosok ayah yang komunikatif sekaligus bisa dijadikan panutan untuk memegang kendali atas anak-anak, terutama jika anaknya sudah menginjak usia remaja," katanya.

Baca juga: Sempat Kembali Ateis, Mualaf Adam Takjub Pembuktian Alquran

Namun di luar sana, tidak semua ayah yang bisa memiliki banyak waktu untuk menemani anaknya bermain.

Karena bisa jadi, mereka terpaksa melakukannya bekerja keras tak kenal waktu demi mencari nafkah keluarga. Terkadang, ketika beranjak dewasa, ada beberapa anak yang merasa kehilangan masa kanak-kanaknya bersama ayah bahkan berujung kepada kebencian. 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement