Jumat 29 Oct 2021 13:14 WIB

Terjemahan Alquran Bahasa Pashto Diresmikan di Pakistan

Pashto adalah salah satu dari dua bahasa resmi Afghanistan.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah
Terjemahan Alquran Bahasa Pashto Diresmikan di Pakistan. Ilustrasi
Foto: AP /Hatem Moussa
Terjemahan Alquran Bahasa Pashto Diresmikan di Pakistan. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, PESHAWAR -- Rumah Budaya Iran yang terletak di Peshawar, Pakistan menyelenggarakan acara peresmian dua terjemahan Alquran dalam bahasa Pashto. Kepala Rumah Budaya Mehran Eskandarian mengatakan upacara pembukaan diadakan selama konferensi bernama Persatuan Ummah, Warisan Kenabian.

Eskandarian menyebut salah satu buku yang diresmikan pada acara tersebut adalah publikasi kedua dari terjemahan Alquran dalam bahasa Pashto. “Seseorang bernama Haji Sayed Jafar Hussain Shah menghasilkan lebih dari seratus tahun yang lalu,” kata Eskandarian.

Baca Juga

Terjemahan lain adalah yang pertama dalam bahasa Pashto dilakukan oleh seorang Muslim Syiah bernama Mohamamd Ali Dorrani yang diresmikan selama acara di hadapan penerjemah. Dorrani mempelajari dan menilai sekitar 30 terjemahan Alquran dalam bahasa Pashto sebelum memulai pekerjaannya. Dia membutuhkan waktu delapan tahun untuk menerjemahkan Alquran.

Dilansir ABNA, Jumat (29/10), Pashto adalah anggota cabang bahasa Indo-Iran Iran tenggara yang digunakan di Afghanistan, Pakistan, dan Iran. Dituturkan sebagai bahasa ibu sebagian besar oleh etnis Pashtun, itu adalah salah satu dari dua bahasa resmi Afghanistan.

Pashto juga menjadi bahasa daerah terbesar kedua di Pakistan, terutama di provinsi barat laut Khyber Pakhtunkhwa dan distrik utara provinsi Balochistan. Konferensi Persatuan Ummah, Warisan Kenabian diselenggarakan pada kesempatan maulid Nabi Muhammad dan Pekan Persatuan Islam. Acara ini dihadiri oleh ulama Syiah dan Sunni, profesor universitas dan tokoh politik dan agama.

Pembicara pada konferensi tersebut menggarisbawahi pentingnya persatuan di antara umat Islam dan menekankan perlunya upaya dan langkah-langkah praktis untuk mencapai persatuan dalam umat Islam. 

Link artikel asli

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement