Kamis 28 Oct 2021 21:27 WIB

60 Difabel di Padang Terima Wakaf Alquran Braile

Difabel diharapkan memahami kandungan isi Alquran.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Muhammad Hafil
60 Difabel di Padang Terima Wakaf Alquran Braile. Foto: Pekerja menyelesaikan pembuatan Alquran braille di Percetakan Yayasan Penyantun Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (14/4). Percetakan tersebut mencetak Alquran braille menggunakan mesin cetak huruf braille merk Thomson tahun 1952 yang merupakan satu-satunya dari enam unit mesin yang masih aktif di dunia. Dalam sebulan, percetakan tersebut mampu memproduksi sedikitnya 100 set Alquran braile dan didistribusikan ke berbagai majelis taklim serta lembaga di seluruh Indonesia. Foto: Republika/Abdan Syakura
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
60 Difabel di Padang Terima Wakaf Alquran Braile. Foto: Pekerja menyelesaikan pembuatan Alquran braille di Percetakan Yayasan Penyantun Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (14/4). Percetakan tersebut mencetak Alquran braille menggunakan mesin cetak huruf braille merk Thomson tahun 1952 yang merupakan satu-satunya dari enam unit mesin yang masih aktif di dunia. Dalam sebulan, percetakan tersebut mampu memproduksi sedikitnya 100 set Alquran braile dan didistribusikan ke berbagai majelis taklim serta lembaga di seluruh Indonesia. Foto: Republika/Abdan Syakura

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Wali Kota Padang, Hendri Septa, menyerahkan bantuan wakaf berupa Alquran Braille kepada sebanyak 60 orang penyandang disabilitas netra. Hendri mengatakan, penyerahan bantuan merupakan pemenuhan hak disabilitas untuk mengamalkan ajaran agama.

"Kita harus menyadari akan pentingnya pemenuhan dan perlindungan serta penegakan hak penyandang disabilitas di berbagai sektor kehidupan.

Baca Juga

Bantuan yang diserahkan Hendri ini berasal dari donatur yang mempercayakan dana zakat, infaq dan sedekahnya kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT)."

Hendri berharap melalui pemberian bantuan ini para disabilitas netra Kota Padang dapat belajar dan memahami tentang Al Quran khususnya Alquran Braille.

"Semoga menguatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt serta pengetahuan keIslaman," ujar Hendri.

60 penerima Alquran Braille ini terdiri dari perwakilan organisasi disabilitas netra Kota Padang dan Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Tuah Sakato Kalumbuk Kota Padang.

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement