Rabu 13 Oct 2021 09:22 WIB

Kebebasan Zaim Saidi dan Penulisan Sejarah Umat Islam

Dinar-dirham sudah dipakai di nusantara sejak 1300 tahun lalu.

1.300 tahun lalu dinar-dirham dipakai untuk transaksi di Desa Jago-Jago Sumut.
Foto:

Harta karun arkeologi Islam

Saya dalam seminar tahun 2013 di Unimed itu mengulas temuan temuan numismatik terkait emas dan perak yang dipakai raja-raja Islam berabad abad lamanya di Indonesia, mulai dari Pasai di Aceh sampai ke raja Gowa di Sulawesi. Waktu itu situs Bongal, Desa Jago Jago, Tapanuli Tengah, sebagai situs yang menyimpan deposit koin emas dan perak era Umayyah dan Abassiah, belum ditemukan.

Situs yang mengejutkan sejarah Islam tersebut baru ditemukan sejarawan pada tahun 2020 berkat jasa para penambang emas tradisional. Situs ini jadi perbincangan sejak pertama kali para penambang membawa koin-koin Umayyah dan Abassiah dalam jumlah sangat banyak ke Museum Uang Sumatra pada akhir tahun 2019.

Kepala Museum Uang, Bapak Syafaruddin Barus, mengontak saya dan mem-posting di media sosial temuan yang dikirim para penambang emas tradisional itu. Waktu berlalu, berbagai analisis permulaan dilakukan, kesimpulan nya satu: ini koin zaman Umayyah 13 abad yang lalu.

Saya penasaran dengan koin yang terus mengalir ke Museum Uang Sumatra itu. Maka saya datangi situsnya pada bulan Januari 2020. Di sana saya lihat kenyataan adanya lubang-lubang penggalian para penambang sedalam 3-4 meter. Tempat mengalirnya koin era Umayyah dan Abassiah berdampingan dengan ribuan artefak Timur Tengah, China, dan India abad ke-7 dan ke-10.

Kemudian saya buka arsip lama, ternyata tahun 2001 Balai Arkeologi Medan pernah lewat sini untuk melihat arca Buddha di dekat bukit Bongal. Mereka saat lewat itu tidak menduga bahwa tanah yang mereka lewati itu menyimpan deposit harta karun arkeologi Islam yang mengguncangkan.

Maka sejarah harus berterima kasih pada penambang emas tradisional yang tidak sengaja menemukan situs dahsyat yang ratusan tahun mendahului situs Barus ini. Para penambang sebenarnya bukan ingin mencari artefak sejarah, mereka mencari butiran pasir emas yang banyak terdapat di situ. Artefak sejarah baru belakangan mereka temukan saat penggalian mereka semakin dalam. 

Saya ragu situs ini semakin hancur dan temuan koin emas yang dijual penambang ke toko emas sekitar Kota Pandan dan Sibolga jejak sejarah tak ternilainya telah musnah dilebur menjadi perhiasan modern.

Baca juga : 5 Perkara Ini Terjadi Sesaat Usai Orang Meninggal Dimakamkan

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement