Rabu 13 Oct 2021 05:01 WIB

Zaim Saidi dan Nasib Dinar Kuno Kekhalifahan di Situs Barus

Dengan kasus Zaim Saidi memang tampaknya sejarah Islam perlu ditulis ulang.

1.300 tahun lalu dinar-dirham dipakai untuk transaksi di Desa Jago-Jago Sumut.
Foto:

Saat ini, kata Dr Ichwan, sebuah buku baru berjudul Sejarah Islam di Nusantara yang ditulis sejarawan autodidak Abu Bakar Bamuzaham yang berisi temuan Islam situs Bongal ini segera akan diluncurkan. Abu Bakar sendiri awalnya seorang jurnalis. Dia adalah direktur lembaga yang mendanai ekskavasi Balar ini. 

''Sekali lagi, situs Bongal ini menguatkan hipotesis seminar pertama mengenai masuknya Islam di Indonesia yang diselenggarakan di Medan pada 1963. Tajuknya waktu itu: Islam masuk sejak abad pertama di Indonesia. Dan kini fakta itu membenarkannya."

Yang pasti, Desa Jago Jago dengan ratusan temuan dinar dan dirhamnya dari abad 7-8 Masehi membuat sejarah akan terperangah. Apalagi, mulai ada tanda-tanda diduga jejak Kristen Nestorian kuno di abad ketujuh, artefaknya pun mulai ditemukan juga di sana.

"Namun, di tengah hutan rawa berlumpur, di tepi lobang gali tambang emas tradisional situs Bongal ini, saya, pada Agustus 2020 yang lalu, terduduk gusar menatap puluhan warga mendulang emas di sela-sela runtuhan tiang permukiman kuno abad ketujuh Masehi. Saya sedih sekali bila situs ini rusak,'' ungkap Dr Ichwan.

Namun, urai Dr Ichwan, kala itu dari tepi kotak galian penambang emas itu dirinya kemudian merenung dan haru. Bahkan, kala kemudian menjadi terasa sia-sia karena tak pernah menemukan nama Bongal, Jago-Jago, dan Badiri dalam literatur kuno mana pun. Bongal dengan dirham dan emasnya serta sejarah yang ada di baliknya masih tetap tak dihiraukan.

"Seperti saya paparkan dalam FGD Islam dan jalur rempah di UINSU (22 Desember 2020), dalam peta jalur pelayaran kuno yang saya selidiki, tempat ini tidak terdeteksi. Peta Belanda yang rajin jelajah situs pun kosong tak mencatat tempat ini. Bongal sebuah kota kuno dunia yang tidak terdapat pada peta mana pun,'' tandasnya sedih.

Baca juga : Kedatangan Nabi Muhammad di Madinah yang Disambut Baik

Dan kini ada "setetes air pemikiran" untuk kembali peduli pada keberadaan situs ini. Melaui kasus Pasar Muamalah dinar dan dirham Zaim Saidi, mudah-mudahan timbul kesadaran akan jati diri itu. Sekali lagi, dengan kasus dinar, dirham, serta situs Bongal di Barus, saat ini memang terbukti kembali sejarah Indonesia perlu ditulis ulang.

Sejarah Indonesia memang penuh klaim kolonial dan politik kekuasaan. Yang ujungnya adalah membuat persepsi bahwa agama Islam adalah sesuatu yang asing di sini.

Wallahu'alam.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement