Jumat 08 Oct 2021 17:24 WIB

Ikadi: Utamakan Prokes Saat Maulid Nabi

Maulid Nabi utamakan protokol kesehatan

Rep: Imas Damayanti, Andrian Saputra/ Red: A.Syalaby Ichsan
Maulid Nabi/Ketua Ikadi Prof KH Ahmad Satori Ismail
Foto: ROL/Wisnu Aji Prasetiyo
Maulid Nabi/Ketua Ikadi Prof KH Ahmad Satori Ismail

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Ikatan Dai Seluruh Indonesia (Ikadi) KH Ahmad Satori menyampaikan, penyelenggaraan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW sah-sah saja dilakukan di zona aman. Asalkan, kata dia, penerapan protokol kesehatan (prokes) tetap harus dijaga.

“Prokes harus yang utama apabila penyelenggaraan maulid Nabi mau diadakan,” kata Kiai Satori saat dihubungi Republika.co.idRabu (6/10).

Dia membagi dua kriteria dibolehkannya penyelenggaraan maulid Nabi. Pertama, bagi wilayah yang masih menerapkan aturan PPKM dianjurkan untuk memperingati maulid Nabi secara daring. Sedangkan untuk wilayah yang berada di zona hijau, kata dia, harus memperhatikan prokes.

photo
Masyarakat Desa Simpang Perlang berbondong-bondong menghadiri tablig akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah. Tablig akbar tersebut turut mengundang Habib Husin Syamih Ahmad Al-Kaff, Habib Haikal bin Syahab, dan Habib Muhammad Nizar bin Syech Al-Musawa, di Masjid Muhajirin Simpang Perlang, Senin (09/11). - (istimewa)

 Dia juga menekankan kepada para dai untuk selalu menyampaikan materi-materi dakwah yang membangun. Materi itu diharapkan dapat membuat masyarakat tegar dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Prof Kamaruddin Amin meminta umat Islam memaknai maulid nabi sebagai sarana untuk mencintai Rasulullah dan mencontoh perilaku Nabi. Di sisi lain, Kamaruddin meminta umat  untuk tetap waspada dengan tidak mengendurkan Protokol Kesehatan Covid-19. “Kita tetap harus waspada dan tidak boleh kendur,”jelas dia kepada Republika.co.id.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement