Selasa 10 Aug 2021 18:54 WIB

Yatim Mandiri Bantu Seribu Yatim Dhuafa Terdampak Covid-19

Jumlah ini bukan tidak mungkin terus bertambah karena antusiasme masyarakat tinggi

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Hiru Muhammad
Para penerima beasiswa Yatim Dhuafa dari Yatim Mandiri berpose bersama.
Foto: dok yatim mandiri
Para penerima beasiswa Yatim Dhuafa dari Yatim Mandiri berpose bersama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini menyebabkan ribuan anak terpaksa menjadi yatim dhuafa karena wafatnya sang ayah sebagai tulang punggung keluarga. 

Sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional yang berfokus dalam penanganan yatim dhuafa maka Yatim Mandiri perlu segera mengambil sikap sebagai yang terdepan dalam merespon kebutuhan tersebut dilapangan. Yatim Mandiri melalui berbagai program pendidikan yang terintegrasi dan bekelanjutan telah mempersiapkan diri untuk membantu mengatasi permasalahan bangsa. 

Termasuk permasalahan terkait yatim dhuafa akibat pandemi Covid-19 yang tengah berkecamuk di negeri kita tercinta. Program-program sosial dan pemberdayaan Yatim Mandiri yang sudah berjalan pada tahun 2021 ini meliputi bantuan Pendidikan untuk 1000 yatim dhuafa terdampak pandemi covid-19, beasiswa Pendidikan untuk 16.145 yatim dhuafa dan asrama untuk seribu yatim dhuafa yang terbagi menjadi beberapa tahap sesuai jenjang Pendidikan yang tersebar di beberapa kota di Indonesia (Rumah Kemandirian, ICM Boarding School, Mandiri Entrepreneur Center), serta pendampingan ekonomi untuk keluarga yatim dhuafa.

Pada 1 Muharram 1443 H ini, Yatim Mandiri memulai penyaluran bantuan Pendidikan untuk seribu yatim dhuafa terdampak pandemi secara bertahap di beberapa wilayah di Indonesia. Jumlah ini bukan tidak mungkin akan terus bertambah mengingat antusiasme masyarakat untuk membantu program-program penanganan yatim dhuafa ini sangat besar.

Dewan Pengurus Yatim Mandiri Mutrofin mengatakan di momentum Muharram ini mengajak masyarakat Indonesia untuk mengaktualisasi diri dengan berhijrah. "Hijrah artinya bukan sekedar hijrah, namun juga hijrah sosial dengan cara berbagi terhadapp sesama. Karena sebaik-baik manusia adalah menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain,"ujar dia dalam siaran pers, Selasa (10/8).

Mutrofin mengajak berbagai pihak untuk menorehkan sejarah terbaik di tahun yang baru ini sehingga menjadi pribadi yang terbaik dari tahun sebelumnya. 

General Manager Regional Office 3 Yatim Mandiri Sugeng Riyadi, mengatakan momentum muharram ini sebagai ajang Hablum Minallah dan Hablum Minannas. Menjaga hubungan baik dengan Allah melalui berbagi dengan sesama.  "Ketika manusia memperbaiki hubungan Allah maka hubungan manusia pun akan mengikuti, terutama di masa pandemi saat ini banyak anak yang berstatus yatim,"jelas dia.

 Yatim Mandiri bersama-sama mengajak lapisan masyarakat turut serta mendukung program-program salah satunya program pendidikan.

 

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement