Selasa 13 Jul 2021 17:51 WIB

Semangat Hijrah Bagus, Tapi Lengkapi dengan Hal Berikut Ini

Hijrah adalah tuntunan yang berkelanjutan sepanjang hidup

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah
Hijrah adalah tuntunan yang berkelanjutan sepanjang hidup. Ilustrasi hijrah
Foto: Pixabay
Hijrah adalah tuntunan yang berkelanjutan sepanjang hidup. Ilustrasi hijrah

REPUBLIKA.CO.ID, Setiap Muslim wajib terus berhijrah dalam hidupnya hingga akhir hayat. Artinya, seorang Muslim wajib untuk terus melakukan perubahan dan perbaikan diri dengan tujuan mencapai ridha Allah SWT. 

 

Baca Juga

"Hijrah ini wajib bagi Muslim karena hijrah menuju Allah tak akan pernah terputus sampai nyawa seseorang itu dicabut Allah," tutur Ustadz Luthfi Abdul Jabbar saat mengisi kajian de ngan tema "Hijrah Ke Mana?" di Jakarta, sebagaimana dikutip dari dokumentasi Harian Republika.  

 

 

Ustaz Luthfi menjelaskan, hijrah tak akan bernilai ibadah manakala tujuannya bukan karena Allah dan Rasul. Menurut dia, seseorang yang hanya melakukan perubahan pada diri dan kehidupannya bukan karena tujuan menggapai keridhaan dan ke taatan kepada Allah maka hijrahnya tersebut sia-sia.

Dia menjelaskan, yang terpenting adalah menghijrahkan hati terlebih dulu untuk mencapai keridhaan dan ketaatan kepada Allah. Ini sebagaimana hadits Nabi SAW: 

 

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلِى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا، أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

 

"Sesungguhnya setiap amalan bergantung pada niat nya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang dia tuju itu." (HR Bukhari dari Umar bin Khattab RA).

 

Seseorang yang hendak berhijrah harus mengetahui tujuan hijrahnya. Menurut dia, puncak hijrah adalah berpindahnya penghambaan hati dari selain Allah menuju Allah. Artinya, seseorang yang berhijrah dalam menjalankan setiap aktivitas kehiduapannya senantiasa berorientasi mencapai ridha Allah.

 

Orang yang berhijrah akan sekuat tenaga meninggalkan segala hal yang dilarang dan dimurkai Allah dan menuju setiap perkara yang dicintai-Nya. 

 

Menurut Ustadz Luthfi perjalanan hijrah seorang Muslim akan menjadi mudah manakala dilandasi rasa cinta yang besar kepada Allah. Sebaliknya hijrah seseorang akan menjadi beban dan berat ketika kecintaan terhadap dunia lebih besar daripada kecintaan kepada Allah dan Rasul.

 

"Perjuangan hijrah tak akan pernah berhenti, maka kita sedang hijrah samai kapan? Sampai mati, karenanya orang yang ber hijrah akan menyiapkan perjalanannya," tutur dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement