Senin 07 Jun 2021 15:56 WIB

Kiai Chriswanto: Bentuk Syukur Kita Rawat Bumi dengan Baik

KH Chriswanto mengajak umat Islam melestarikan bumi dan segala isinya

Salah satu upaya penghijauan lingkungan yang dilakukan Lembaga Dakwah Islam Indonesia di Jawa Timur
Foto: Dok Istimewa
Salah satu upaya penghijauan lingkungan yang dilakukan Lembaga Dakwah Islam Indonesia di Jawa Timur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Hari Lingkungan Hidup (HLH) se Dunia diperingati setiap 5 Juni.  Peringatan tahun ini jadi yang ke-49. Peringatan hari lingkungan sedunia yang nyaris setengah abad itu, menjadi alarm bagi umat manusia, bahwa lingkungan yang baik mendukung kehidupan umat manusia. 

“Merawat lingkungan adalah tanggung jawab umat manusia sebagai khalifah yang diturunkan di muka bumi oleh Allah. Manusia dipersilakan memanfaatkan lingkungan dan alam sekitarnya, untuk kesejahteraannya tapi memeliharanya juga menjadi kewajiban,” ujar Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia, KH Chriswanto Santoso, dalam keterangannya, Senin (7/6).  

Baca Juga

Menurut Kiai Chriswanto, lingkungan merupakan pendukung kehidupan di muka bumi. Kerusakan ekosistem akan menjadi petaka bagi siapapun yang berada dalam lingkup ekosistem itu. Menurutnya, umat manusia harus berupaya keras menjaga lingkungan agar bumi yang satu ini, tetap bisa menjadi rumah tinggal yang nyaman bagi umat manusia.  

“Sebagai umat Islam kita wajib bersyukur karena Allah SWT yang telah menciptakan bumi yang indah ini sebagai tempat tinggal manusia. Untuk itu, merawat lingkungan adalah keniscayaan,” ujarnya. 

Dia meyakini ada hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan, "Kita menjaga bumi, maka bumi menjaga kita," ujarnya sembari mengatakan pihaknya sangat mendukung semangat Hari Lingkungan Hidup (HLH) tahun 2021, yaitu "Generasi Restorasi." 

Untuk itu, Lembaga Dakwah Islam Indonesia sejak lama terus berusaha mewujudkan sumber daya manusia (SDM) profesional religius yang berwawasan lingkungan. Kiprah Lembaga Dakwah Islam Indonesia di bidang lingkungan dapat dilihat dari gerakan Go Green sejak 2008, yang dicetuskan di Jawa Timur bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.  

“Gerakan itu terus berlanjut hingga kini, dengan menanam 3,5 juta lebih pohon dengan angka kematian mencapai 7 persen,” ujar Kiai Chriswanto. Selain itu, Lembaga Dakwah Islam Indonesia berupaya mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan, dengan menggunakan sel surya untuk mencukupi kebutuhan listrik di Ponpes Wali Barokah, Kediri, Jawa Timur.  

Menggolah limbah juga diupayakan di pesantren yang dinaungi Lembaga Dakwah Islam Indonesia. Di Pesantren Minhajusshobirin, Jakarta Timur, bekas air wudlu dimanfaatkan sebagai bahan dasar aquaponik, “Akuaponik merupakan sistem pertanian berkelanjutan, sehingga kebutuhan lauk berupa ikan dan sayuran dapat dicukupi secara mandiri,” ujar dia.  

Pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan menjadi salah satu program kerja unggulan Lembaga Dakwah Islam Indonesia. 

Ketua DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Sudarsono, yang juga guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB), menyatakan untuk menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pihaknya akan melaksanakan berbagai kegiatan.  

“Seluruh kegiatan tersebut dihelat pada Juni, seperti kampanye di media sosial tentang Hari Lingkungan Hidup,” ujarnya. Menurutnya kegiatan itu tak sekadar meriah di media sosial, menurut Sudarsono, bulan Juni juga jadi pencanangan Gerakan Sadar Lingkungan, soft launching Kader Gemilang (Generasi Muda Bela Lingkungan) Lembaga Dakwah Islam Indonesia, dan Webinar Penanganan Sampah Rumah Tangga pada era pandemi Covid 19. Semuanya akan dilaksanakan dalam Juni 2021. 

DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia berharap, pada masa depan Kader Gemilang Lembaga Dakwah Islam Indonesia menjadi agen perubahan  dalam mengatasi masalah lingkungan, “Untuk itu, Kader Gemilang Lembaga Dakwah Islam Indonesia akan dilatih secara berkelanjutan melalui rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan penanggulangan masalah lingkungan bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait,” ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Departemen Litbang, IPTEK, Sumberdaya Alam dan Lingkungan (LISDAL) yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB, Sri Wilarso, mengatakan pandemi Covid-19 secara tidak langsung membawa dampak positif bagi lingkungan makro. Di antaranya, pemulihan lingkungan yang terlalu padat oleh lalu lalang manusia.  

“Namun isu penting terkait pandemi Covid-19, adalah penanganan limbah di tingkat rumah tangga. Bagaimana best practice penanganan limbah terkait Covid-19 akan dibahas dalam webinar Lembaga Dakwah Islam Indonesia dalam rangka HLH 2021,”ujarnya. 

Sesuai tagar HLH 2021 #GenerasiRestorasi, Lembaga Dakwah Islam Indonesia menyambutnya dengan gerakan sadar lingkungan pada bulan Juni, “Gerakan ini dilakukan di seluruh jajaran organisasi Lembaga Dakwah Islam Indonesia di seluruh Indonesia dengan melaksanakan berbagai kegiatan antara lain menanam pohon, penanganan sampah rumah tangga sesuai kondisi setempat,” imbuhnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement