Ahad 23 May 2021 15:11 WIB

Inilah Kisah Kamp Yahudi di Tangerang di Zaman Jepang

Kisah Kamp Yahudi di Tangerang di Zaman Jepang

Pusat Penahanan Pemuda Tangerang di Jawa Barat sebelum Perang Pasifik. Pada masa pendudukan Jepang tempat ini menjadi kamp interniran bagi orang Eropa pegawai Hindia Belanda yang banyak di antaranya penganut dan kaum Yahudi.
Foto: Google.com
Pusat Penahanan Pemuda Tangerang di Jawa Barat sebelum Perang Pasifik. Pada masa pendudukan Jepang tempat ini menjadi kamp interniran bagi orang Eropa pegawai Hindia Belanda yang banyak di antaranya penganut dan kaum Yahudi.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika.

Apakah ada kamp orang Yahudi di Indonesia? Pertanyaan ini bertalu-talu menggedor pikiran. Dan setelah mencari referensi ke mana-mana, maka ditemukanlah jawabannya.

Kamp untuk kaum Yahudi ternyata ada di Indonesia, tepatnya kala masih bernama Hindia Belanda. Kalau kamp Yahudi di Eropa Timur dibentuk oleh tentara Kaisar Jerman Adolf Hitler, kamp Yahudi di Hindia Belanda didirikan oleh bala tentara Kaisar Jepang, Hirohito.

Lalu salah satu tempat kamp itu di mana. Jawabnya, ternyata berada di Kawasan Tangerang yang tak terlalu jauh dari kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Kamp ini didirikan sebagai tempat tahanan atau penampungan orang Eropa dan keturunannya kala Jepang menguasai Hindia Belanda pada periode 1942-1945.

 

Memang kala itu, sebagian besar pejabat penting Hindia Belanda berhasil meloloskan diri penangkapan bala tentara Jepang dengan mengungsi ke Australia. Para periodi misalnya Soekarno yang tengah dipenjara di Bengkulu sempat ditawarkan agar bersedia mengungsi ke Australia. Belanda saat itu khawatir pengaruh Soekarno akan dipergunakan Jepang untuk melawannya.

Tapi permintaan Belanda itu oleh Soekarno ditolak. Akibatnya, dia kemudian bebas dan memilih berpindah Sumatra Barat yang sekaligus nantinya pulang ke Batavia dengan naik kapal laut dan mendarat di pelabuhan Tanjung Priok.

Kamp Interniran] Nasib Belanda Ditangan Jepang dan Bangkitnya Perlawanan  Bangsa Indonesia

Nah, nasib buruk orang Eropa yang menjadi tawanan perang Jepang inilah kemudian menjadi penghuni kamp tawanan itu. Dan dari orang Belanda (Eropa) dan keturunannya itu banyak di antaranya merupakan penganut Yahudi.

Kisah di dalam kamp itu mengharu biru. Betapa para penghuninya tertekan dan hidup miskin serta kerap tak mendapat pasoan makanan dengan cukup. Mereka hidup kayak gembel, berbeda ketika mereka hidup di zaman kala Belanda masih berkuasa yang kaya raya dan hidup sentosa.

Kamp konsentrasi Jepang - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement