Jumat 14 May 2021 15:42 WIB

Menjadi Calon Imam Masjid Uni Emirat Arab di Usia Muda

Wahid dan seluruh peserta harus menjalani tes hapalan Alquran sebanyak 30 juz.

Rep: Wilda Fizriyani / Red: Agus Yulianto
Calon imam masjid di Uni Emirat Arab (UEA), Al Rizhal Tisma Wahid Maulana.
Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Calon imam masjid di Uni Emirat Arab (UEA), Al Rizhal Tisma Wahid Maulana.

REPUBLIKA.CO.ID, Menjadi calon imam masjid di Uni Emirat Arab (UEA) bukan hal mudah diraih. Namun, impian ini mampu dicapai oleh pemuda kelahiran Malang, Al Rizhal Tisma Wahid Maulana.

Belum lama ini, pria yang lahir pada Juli 1997 tersebut terpilih dalam daftar 27 orang yang akan bertugas menjadi imam masjid di UEA. Penyeleksian ini dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI. Pria disapa Wahid ini berhasil lolos di antara ratusan peserta dalam beberapa tahapan penyeleksian.

"Cerita awalnya, memang ada seleksi dari Kementerian Agama. Itu ada seleksi untuk imam di luar negeri. Awalnya tidak mengetahui, luar negeri itu ke mana, ternyata di Uni Emirat Arab. Dan akhirnya saya mengikuti tes tersebut," kata Wahid saat ditemui Republika, beberapa waktu lalu.

Pada tahap awal, Wahid setidaknya harus bersaing dengan 250-an pendaftar melalui penilaian daftar riwayat hidup. Dari jumlah tersebut, hanya 150 orang yang lolos lalu berhak masuk tahap selanjutnya. Jumlah ini dibagi dalam dua gelombang untuk menjalani tes di Kemenag RI.

Wahid dan seluruh peserta harus menjalani tes hapalan Alquran sebanyak 30 juz. Kemudian dinilai tentang pemahaman agamanya, termasuk kemampuan bahasa Arab yang kelak menjadi modal untuk berkhutbah di UEA. Jika ada kemampuan bahasa lain, maka akan menjadi tambahan nilai tersendiri.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement