Selasa 11 May 2021 16:44 WIB

Tengku Zulkarnain, dari Penyanyi hingga Berdakwah

Ustadz Tengku Zulkarnain meninggal dunia akibat Covid-19

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah
Ustadz Tengku Zulkarnain meninggal dunia akibat Covid-19, Senin (10/5)
Foto: Republika/Iman Firmansyah
Ustadz Tengku Zulkarnain meninggal dunia akibat Covid-19, Senin (10/5)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kabar duka datang dari pendakwah, Ustadz Tengku Zulkarnain pada Senin (10/5) malam kemarin. Dia meninggal di usia 58 tahun di rumah sakit Tabrani, Pekan Baru, Riau karena terinfeksi covid-19. 

Ustadz Zulkarnain lahir pada 14 Agustus 1963 di Medan, Sumatra Utara. Ia merupakan Ustadz berdarah Melayu Deli dan Riau. Dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2015-2020.

Baca Juga

Semasa hidupnya, Ustadz yang akrab disapa Tengku Zul ini sangat senang bermain gitar. Dia sudah bisa memetik gitar dan bernyanyi sejak masih dibangku sekolah dasar. 

Bukan hanya gitar, dia juga menguasai berbagai macam alat musik, seperti organ dan piano. Tengku Zul bahkan pernah meraih juara menyanyi di RRI dan TVRI Medan ketika masih remaja. 

Kecintaannya dalam dunia musik ini dibenarkan Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas. "Sewaktu muda, beliau ini seperti kita ketahui di masa mudanya adalah seorang penyanyi dan pandai bermain musik," kata Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, Senin (10/5) mengenang rekan perjuangannya tersebut.

Namun kemudian pada 1986, dia berhenti bernyanyi dan fokus terhadap agama. Sejak saat itu, dia berhenti total untuk bermain musik, bahkan alat musiknya dia buang ke sungai. 

Dalam pendidikan, dia menempuh pendidikan S1 Jurusan Sastra Inggris di Universitas Sumatra Utara. Dia juga sempat menjadi dosen Sastra Inggris di Universitas Sumatra Utara dan pernah menjabat sebagai Direktur Utama lembaga pendidikan LP3I, dan pernah bekerja kantoran sebagai Direktur Keuangan PT Griya Kersaleksana dan Direktur HRD PT Trihamas Finance Syariah. 

Dalam pendidikan Agama Islam, ia belajar ilmu fikih dari gurunya bernama Syaikh Dahlan Musa dan ilmu Alquran dari Syekh Azro'i Abdul Rauf. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement