Jumat 07 May 2021 06:18 WIB

Pemerintah Dorong Pengembangan Produk Halal Sektor Lain

Pengembangan produk halal di Industri makanan dan minuman saat ini paling besar.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Friska Yolandha
Wakil Presiden  RI Maruf Amin.
Foto: KIP/Setwapres
Wakil Presiden RI Maruf Amin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan Pemerintah mendorong pengembangan seluruh subsektor produk halal di Indonesia. Wapres menjelaskan, tak hanya industri makanan dan minuman, sektor lainnya seperti farmasi, fashion memiliki peluang dan keunggulan dalam pengembangan produk halal.

“Kita akan dorong semua secara (bersama). Sebab nanti kita kan lihat, tentu dia akan sesuai dengan pasar ya," kata Wapres dalam keterangan yang diterima, Kamis (6/5).

Wapres mengatakan, meski pengembangan produk halal di Industri makanan dan minuman saat ini merupakan paling besar. Namun, sektor-sektor lainnya juga mulai diminati.

Apalagi dengan tingkat halal awareness atau kesadaran akan pentingnya produk halal jumlahnya tinggi di Indonesia. Karena itu, ia menilai pengembangan produk halal di semua sektor terus digencarkan. 

“Halal lifestyle (gaya hidup), kita ingin dorong supaya bisa berkembang lebih besar lagi, lebih pesat lagi, tidak pada fokus-fokus tertentu, tetapi semua yang memungkinkan," kata Ma'ruf.

Dia menjelaskan, salah satu upaya Pemerintah yaini dengan mendorong pengembangan kawasan industri halal atau zona-zona halal di kawasan industri. Ma'ruf meyakini dengan kehadiran kawasan industri halal Indonesia, produk halal dapat berkembang tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Untuk itu, ia menegaskan bahwa produksi produk halal Indonesia harus dapat memenuhi kebutuhan pasar global.

“Industri halal ini kita ingin menjadi Indonesia itu bukan saja memenuhi kebutuhan dalam negeri, domestik. Tapi juga kita ingin menjadi produsen halal dunia yang bisa menjadi eksportir halal terbesar,” katanya.

Selain itu, kata Ma'ruf, pengembangan produk halal saat ini bukan hanya perintah dalam agama saja, melainkan untuk membawa kebaikan dari berbagai sektor. Sebab, tak hanya umat muslim, masyarakat non-Muslim juga menyukai produk halal.

Wapres mengaku pernah mendapatkan laporan bahwa produk halal disukai oleh seorang non-Muslim.

“Makanan halal itu good food (makanan baik), dan itu ternyata orang-orang nonmuslim saja mereka itu lebih suka makanan halal. Seperti di Australia itu mereka lebih (suka mengonsumsi) daging (halal). Karena dia lebih bersih,” kata Ma'ruf.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement