Senin 12 Apr 2021 15:21 WIB

Novan, Pembenci Azan yang Akhirnya Jatuh Cinta kepada Islam

Usai menjadi mualaf, Novan Christianto kini menjadi pelantun azan alias muadzin.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti / Red: Karta Raharja Ucu
Novan Christianto yang dulu membenci suara adzan kini memeluk Islam dan menjadi muadzin.
Foto: Republika
Novan Christianto yang dulu membenci suara adzan kini memeluk Islam dan menjadi muadzin.

REPUBLIKA.CO.ID, Dalam sehari, minimal lima kali azan berkumandang dari masjid-masjid di seluruh dunia. Bagi masyarakat Indonesia, suara panggilan shalat itu biasa terdengar. Malahan, lantunan azan rutin disiarkan, baik melalui televisi maupun radio, khususnya tiap masuk waktu Subuh dan Maghrib.

Dahulu, Novan Christianto membenci suara azan. Sebelum memeluk Islam, dirinya kerap merasa terganggu dengan gema panggilan shalat yang dikhususkan bagi Muslimin itu.

Baginya, kumandang yang berasal dari menara masjid dekat tempat tinggalnya sangat berisik. Itulah yang menjadi alasannya untuk lebih lanjut mencerca Allah SWT.

"Astaghfirullah, dahulu saya sempat mengumpat kepada Allah. Saya bilang (tiap azan bergema– Red), 'Apa Tuhannya orang Islam itu tuli karena harus menggunakan pengeras suara? Suara azan membuat bising, menurut saya waktu itu," kata Novan saat menuturkan pengalamannya kepada Republika, baru-baru ini.

 

Lelaki yang kini berusia 21 tahun itu tumbuh besar dalam agama lamanya. Ia mengaku, dirinya saat itu dan keluarganya termasuk taat dalam beribadah. Malahan, kakek dari ibunya merupakan seorang penatua di lingkungan setempat.

Ia mengenang, kebenciannya saat itu terhadap Islam tidak semata-mata disebabkan opininya tentang kumandang azan. Pada waktu dirinya masih anak-anak, Novan kerap mendapati berita-berita yang cenderung membingkai negatif citra Islam. Pria asal Malang, Jawa Timur, itu juga terbawa pelbagai asumsi yang mendiskreditkan agama ini.

Baca juga : 4 Macam Doa Buka Puasa di Bulan Ramadhan

Karena itu, tak tebersit niat ataupun keinginan untuk bersimpati pada Islam, apalagi sampai memeluk agama ini. Novan tetap merasa terusik tiap mendengar suara azan yang berkumandang siang, sore, maupun petang.

Ketidaksukaan terhadap Islam ternyata tidak bertahan lama dalam dirinya. Bermula saat Novan baru saja naik ke kelas III SMK. Ia menjadi remaja yang rentan sakit.

Tiap kali pulih, ada saja penyakit lain yang menjangkiti dirinya. Puncaknya, pemuda itu merasakan sakit usus buntu. Alhasil, ia pun mesti menjalani operasi medis.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement