Selasa 26 Jan 2021 18:31 WIB

Muslim Rwanda Belum Adopsi Ibadah Daring

Belum ada masjid yang mengakomodasi jamaahnya untuk mengikuti ajaran secara daring.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah
Muslim Rwanda Belum Adopsi Ibadah Daring. Muslim Rwanda sholat berjamaah di Masjid Kacyiru saat pandemi 2019.
Foto:

Di tengah penangguhan pertemuan fisik kala pandemi ini, dia juga kerap membaca buku yang membantunya tetap berada di jalan yang baik. Selain itu, ia juga terkadang menggunakan internet untuk mengikuti beberapa ajaran dakwah di masa lalu atau yang disediakan oleh beberapa pakar tertentu.

Kendati begitu, ia mengakui mungkin ada tantangan dalam beribadah di rumah. Misalnya, tidak berhubungan dengan para pemimpin agamanya secara langsung.

"Anda terkadang bisa gagal menghormati semua peraturan Tuhan karena Anda tidak terhubung dengan para pemimpin dan mendengarkan ajaran mereka. Hal lain tentang masa sulit ini adalah Anda merindukan orang-orang, teman yang biasa Anda temui di masjid," ujarnya.

Selain itu, ia mengungkapkan, ada risiko berkurangnya kemajuan dalam pengetahuan agama di tengah pembatasan saat ini. Sebab ketika berhubungan dengan orang lain, ada cara bagi mereka berbagi ilmu dan mengajukan pertanyaan terkait dengan agama.

Selain itu, seorang Muslim lainnya asal Kigali mengatakan dia mengikuti ajaran agama di Radio Voice of Africa. Ia juga mencoba beribadah dari rumah selama mereka tidak bisa berkumpul secara fisik.

 

https://www.newtimes.co.rw/news/covid-19-muslim-community-yet-adopt-online-prayers

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement