Kamis 26 Nov 2020 04:49 WIB

Inggris dan Saudi Bahas Akses Global ke Vaksin Covid-19

Keduanya membahas pentingnya memastikan akses global ke vaksin virus corona

Ilustrasi vaksin. Hasil survei penerimaan vaksin Covid-19 yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) yang didukung UNICEF dan WHO menunjukan bahwa mayoritas masyarakat siap divaksin Covid-19.
Foto: istimewa
Ilustrasi vaksin. Hasil survei penerimaan vaksin Covid-19 yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) yang didukung UNICEF dan WHO menunjukan bahwa mayoritas masyarakat siap divaksin Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sama-sama membahas pentingnya memastikan akses global ke vaksin virus corona. Keduanya membahas isu tersebut dalam panggilan telepon pada Selasa (24/11).

"Mereka membahas kemajuan positif baru-baru ini pada vaksin yang sedang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca dan pentingnya memastikan akses global ke vaksin virus corona. Mereka menutup dengan setuju untuk menjajaki peluang baru untuk kerja sama di bidang perdagangan, budaya dan pertahanan, membangun kemitraan yang kuat antara kedua negara kita," kata kantor Perdana Menteri dalam pernyataannya dilansir dari Alarabiya, Selasa (24/11).

Boris Johnson juga mengucapkan selamat kepada Putra Mahkota atas keberhasilan KTT G20 Riyadh.

“Dia memberi selamat kepada Arab Saudi karena menjadi tuan rumah KTT Pemimpin G20 virtual yang sukses akhir pekan lalu, dengan pertemuan produktif tentang pemulihan global dari pandemi dan mengatasi perubahan iklim,” tambah pernyataan tersebut.

Kerajaan Arab Saudi telah menjadi tuan rumah KTT G20 pada 21 hingga 22 November di tengah tindakan pencegahan kesehatan dan pembatasan perjalanan karena pandemi virus corona.

Para pemimpin G20 mengatakan dalam komunike terakhir mereka bahwa mereka akan berusaha untuk memastikan distribusi yang adil dari vaksin melawan virus corona di seluruh dunia, dan untuk mendukung negara-negara miskin yang ekonominya terkena dampak pandemi Covid-19.

"Kami telah memobilisasi sumber daya untuk mengatasi kebutuhan pembiayaan segera dalam kesehatan global untuk mendukung penelitian, pengembangan, pembuatan, dan distribusi diagnostik, terapi, dan vaksin Covid-19 yang aman dan efektif," kata para pemimpin dalam kesimpulannya.

Virus Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 59,5 juta orang dan merenggut nyawa lebih dari 1,4 juta. Puluhan ribu lebih kematian dikhawatirkan akan bertambah dalam beberapa bulan mendatang, dengan dimulainya cuaca dingin dan liburan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement