Kamis 03 Sep 2020 11:08 WIB

Islam di Norwegia, Agama Terbesar Kedua Setelah Katolik

Umat Islam di Norwegia pertama kali masuk dalam statistik resmi pada 1980.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Ani Nursalikah
Islam di Norwegia, Agama Terbesar Kedua Setelah Katolik. Masjid di Oslo, Norwegia.
Foto:

Dimana Muslim Norwegia beribadah?

Masjid di Norwegia tak hanya digunakan sebagai tempat ibadah. Masjid turut menjadi lokasi diselenggarakannya kegiatan komunitas Muslim.

Sebagian masjid juga menyediakan jasa pemulangan jenazah Muslim yang ingin dikuburkan ke negara asal. Lokasi masjid biasanya berada di blok-blok tertentu di kota sehingga tak begitu terlihat di pusat kota.

Islamic Cultural Centre in Norway mengklaim sebagai Masjid yang pertama kali berdiri di Norwegia. Masjid yang berada di Oslo ini dibuka pada 1974.

Inisiasi pembangunan masjid dilakukan oleh para imigran asal Palestina yang mendapat bantuan dari Islamic Cultural Centre yang sudah membangun masjid di Kopenhagen, Denmark. Lalu Masjid Pusat Jamaat-e Ahl-e Sunnat dibangun pada 1976.

Masjid tersebut jadi yang terbesar kedua di Norwegia karena bisa menampung 6.000 jamaah. Sayangnya, Republika.co.id tak menemukan data resmi soal jumlah masjid di Norwegia. Namun ditaksir tiap kota besar disana memiliki tempat ibadah bagi Muslim

Muslim Norwegia dan ekstremis Islam

Parlemen Norwegia mengeluarkan undang-undang melarang pakaian Muslimah yang menutupi wajah di lembaga pendidikan dan pusat penitipan anak. Larangan ini berlaku bagi staf lembaga dan siswa yang berada disana.

Direktorat Integrasi dan Keberagaman Norwegia pernah mengadakan jajak pendapat pada 2014 tentang nilai Islam. Diperoleh hasil bahwa lima dari 10 orang yang mengikuti jajak pendapat menyatakan nilai Islam sepenuhnya atau sebagian tak sesuai dengan masyarakat Norwegia.

Namun dalam hal sikap pada ekstremis Islam, nampaknya mayoritas Muslim Norwegia tak setuju. Dari hasil jajak pendapat Forsvarets forskningsinstitutt (FFI) pada 2017 ditemukan hanya dua persen Muslim yang setuju pada aksi kekerasan berlandaskan Islam. Ada 4.200 responden Muslim yang mengikiti jajak pendapat itu.

Pemerintah Norwegia mengumumkan mereka yang tergabung dengan ISIS akan dicabut izin tinggalnya agar tak bisa kembali ke Norwegia pada Mei 2019. Hal ini menyusul kabar sekitar 70 orang dari Norwegia memilih berjuang untuk ISIS.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement