Kamis 27 Aug 2020 06:36 WIB

Universitas Waikato Sediakan Beasiswa untuk Muslim

Beasiswa untuk Muslim disediakan Universitas Waikato.

Rep: Rizky Suryarandika./ Red: Muhammad Hafil
Universitas Waikato Sediakan Beasiswa untuk Muslim. Foto: Beasiswa (ilustrasi)
Foto: yeppopo.wordpress.com
Universitas Waikato Sediakan Beasiswa untuk Muslim. Foto: Beasiswa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CHRISTCHURCH -- Presiden Asosiasi Muslim Waikato, Asad Mohsin mengungkapkan ada hikmah di balik insiden penembakan jamaah Masjid di Christchurch, Selandia Baru pada Maret 2019. Baru-baru ini, Universitas Waikato di Selandia Baru meluncurkan program beasiswa bagi mahasiswa Muslim.

Mohsin mengatakan pemberian beasiswa pada Muslim sebagai contoh membaiknya kondisi di Selandia Baru pasca insiden Christchurch. Para korban insiden Christchurch meninggal sebagai pahlawan karena mendorong membaiknya hubungan Islam disana.

Baca Juga

"Ada perasaan bahwa pengorbanan 51 Muslim itu jangan jadi sia-sia. Tantangan kami adalah menggali hal-hal baik yang bisa dilakukan setelah peristiwa mengerikan itu," kata Mohsin dilansir dari Stuff pada Rabu (26/8).

Rencananya, Universitas Waikato akan menganugerahkan beasiswa senilai $30 ribu atau setara per tahunnya yang dibagi untuk empat mahasiswa Muslim yang menempuh studi disana. Mohsin memandang inilah hikmah insiden Christchurch di mana makin banyak yang peduli pada Muslim.

"Pada Jumat ini, wakil Rektor universitas Waikato (Neil Quigley) akan mengunjungi Masjid kami untuk menandatangi nota kesepakatan," ujar Mohsin.

Kabar baik bagi Muslim ini berdekatan jelang vonis bagi pelaku insiden Christchurch. Mohsin meminta Muslim tak terjebak pada kebencian. Masjid di Waikato pun mengadakan ibadah sebagaimana normal tanpa perubahan jelang vonis pelaku.

"Ibadah kami lakukan normal saja. Tidak ada perubahan. Kami tak ingin terjebak dalam kebencian," ucap Mohsin.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement