REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Pekan lalu Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan perjanjian bersejarah untuk menormalisasi hubungan antara kedua negara. Hal itu dilakukan sebagai imbalan atas penangguhan aneksasi Israel atas tanah Palestina.
Salah satu penggagas perjanjian itu adalah Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat (AS) Ron Dermer. Dalam wawancara eksklusif dengan Al Arabiya, Jumat (21/8), dia memperkirakan lebih banyak perjanjian antara Israel dan Arab akan segera diumumkan.
Dia juga menanggapi kritik terhadap kesepakatan tersebut. Ia pun mempertimbangkan hambatan yang tersisa, yang harus diatasi untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Berikut tanya jawab antara Al Arabiya dan Dermer yang disiarkan pada Ahad (23/8).
Pertanyaan: Ada desas-desus negara-negara Teluk lainnya sedang mempertimbangkan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Apakah Anda terlibat di balik layar dalam kemungkinan perjanjian perdamaian Israel dengan negara-negara Arab lainnya?
Dermer: Ya. Tetapi kami sangat menyadari fakta melakukan ini di balik layar sangat penting, sehingga Anda dapat mencapai momen seperti momen yang kami alami minggu lalu (dengan UEA).
Ada beberapa negara di mana ada kemungkinan (untuk perdamaian). Saya tidak ingin menyebut negara ini atau tidak, tetapi ada beberapa negara dan kami berharap kami melihat terobosan lain dengan sangat, sangat, segera - dalam beberapa minggu, dan bulan ke depan.