Rabu 01 Jul 2020 16:19 WIB

Benarkah Muslim Minneapolis akan Lakukan Patroli Syariah?

Muncul perdebatan di Minneapolis soal rencana patroli syariah oleh Muslim.

Rep: Febryan A/ Red: Nashih Nashrullah
Muncul perdebatan di Minneapolis soal rencana patroli syariah oleh Muslim.  Aksi demonstrasi kekerasan oknum polisi Minneapolis.
Foto: AP / Marcio Jose Sanchez
Muncul perdebatan di Minneapolis soal rencana patroli syariah oleh Muslim. Aksi demonstrasi kekerasan oknum polisi Minneapolis.

REPUBLIKA.CO.ID, MINNEAPOLIS – Sebuah artikel yang diterbitkan Washington Sentinel mengklaim bahwa sebuah kelompok Muslim di Minneapolis di negara bagian Minnesota, Amerika Serikat, berencana mulai berpatroli di jalan-jalan degan pasukan patroli Syariah yang tegas, ketika nanti kota tersebut membubarkan departemen kepolisiannya. Sentinel adalah situs publikasi online yang mengklaim memberikan pandangan yang berimbang tentang berita tersebut.  

 

Baca Juga

Namun, belakangan artikel-artikel Sentinel justru mempublikasikan informasi  yang keliru tentang penggalangan dana gerakan Lives Matters dan berita yang menggambarkan kandidat sayap kanan Laura Loomer menjatuhkan 'bom kebenaran'. Sebagai bukti untuk klaim di Minneapolis tersebut, Sentinel mengutip dari situs web sayap kanan FrontPageMag. 

 

Dalam situs tersebut dilaporkan, bahwa pemimpin Muslim Siraj Wahhaj mengatakan, bahwa masjid-masjid membutuhkan perlindungan dan mobil-mobil Muslim Community Patrol (MCP) dapat membantu menghentikan orang-orang yang tidak mengikuti aturan serta regulasi dari syariah. 

 

"Mereka yang melakukan apa yang seharusnya tidak mereka lakukan, tetapi masih melakukannya," kata Wahhaj, dalam penjelasan di situs FrontPageMag, seperti dilansir di The Dispatch Fact Check, Rabu (1/7). 

 

Menurut seorang Muslim yang terlibat dengan MCP, kegiatan patroli syariah itu mencakup menghentikan wanita Muslim yang keluar di tengah malam, menindak pria Muslim yang nongkrong di sudut jalan sembari mengkonsumi obat-obatan, Muslim yang minum minuman keras. Pada dasarnya, patroli itu dilakukan untuk menegakkan dasar-dasar syariah.  

 

Dalam artikel di situs tersebut disebutkan, “Jika patroli komunitas semacam itu diluncurkan di Minneapolis, maka Distrik Kongres ke-5 Minnesota itu bisa disebut sebagai ibu kota perekrutan teror jihad di Amerika Serikat. Dikatakan, bahwa menghentikan pemuda Muslim dari keterlibatan dalam kegiatan jihad tidak mungkin menjadi prioritas tinggi bagi kelompok yang berdedikasi untuk menegakkan syariah. Sebab, syariah menyerukan umat Islam untuk berperang melawan dan menaklukkan orang kafir.”  

 

Kutipan tersebut muncul setelah kalimat berikut: "Sekarang Muslim di Mineapolis membiarkan kucing keluar dari tas tersebut, bahwa mereka berniat untuk menghilangkan band-band dari gangster keliling begitu polisi kota itu pergi."  

 

Namun demikian, ada beberapa masalah dengan bagian itu. Siraj Wahhaj sendiri adalah imam dari Masjid Al-Taqwa di Brooklyn, di mana patroli basis komunitas Muslim . Artikel FrontPageMag tersebut mengutip Layanan dan Patroli Komunitas Muslim (MCPS) sebagai model yang mungkin diikuti Muslim di Minneapolis, bukan seperti bagian yang diklaim Washington Sentinel, bahwa ada kelompok yang sudah merencanakan untuk melakukannya.  

 

Lebih lanjut, penggambaran FrontPageMag yang mengkhawatirkan tentang MCPS itu didasarkan pada kutipan yang tidak dapat diverifikasi. MCPS telah menghadapi konspirasi sejak diluncurkan pada akhir 2018. Meskipun ada kekhawatiran, MCPS pada dasarnya adalah program pengawasan lingkungan, tanpa wewenang untuk melakukan penangkapan. 

photo
Muslim AS kampanye anti-Islamofobia - (worldbulletin)

 

Disebutkan, bahwa kutipan dari Wahhaj dan seorang Muslim yang terlibat dengan MCP tampaknya berasal dari Proyek Clarion, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk menentang fenomena pertumbuhan Islam dan bentuk-bentuk ekstremisme lainnya. Kutipan tersebut melaporkan tanda kutip tidak secara langsung, tetapi sebagai ingatan sesuatu dari pihak lain yang tidak disebutkan namanya yang menduga dikatakan Wahhaj. 

 

Pengenalan Patroli Komunitas Muslim (MCP) sendiri telah ditentang Wakil Presiden MCPS, Noor Rabah. Dalam wawancara pada Januari 2019 dengan Snopes, Rabah mengklaim bahwa layanan tersebut bukan tentang 'hukum syariah', tetapi tentang 'Muslim yang memperdulikan orang-orang di komunitas mereka'. Rabah juga mengklaim bahwa patroli itu ada untuk langkah-langkah pencegahan dan itu tidak mempermasalahkan tentang warna kulit atau apapun.  "Kami ada di sana untuk membantu komunitas kami," kata Rabah. 

 

Atas dasar itulah, artikel FrontPageMag dinilai tidak menawarkan bukti bahwa ada keinginan untuk memulai patroli semacam itu di antara komunitas Islam Minneapolis di luar klaim yang telah diperiksa yang dibuat oleh anggota dewan perwakilan rakyat negara bagian Minnesota, Steve Green.

Karena itu, tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa Muslim di Minneapolis berusaha untuk membuat patroli main hakim sendiri untuk menegakkan hukum syariah. Mereka yang membuat klaim demikian menggambarkan secara keliru organisasi Muslim Community Patrol & Services (MCPS) di Kota New York.   

 

Sebelumnya seperti diketahui, pada 12 Juni lalu para pemimpin di Minneapolis dilaporkan sepakat membubarkan kepolisian kota. Departemen kepolisian Minneapolisi dibubarkan sebagai tindak lanjut atas tuntutan massa dalam aksi demo kematian pria kulit hitam, George Floyd. Sebagai gantinya, pemerintah setempat menyiapkan departemen keamanan 'masyarakat'.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement