Jumat 06 Mar 2020 17:12 WIB

Serikat Tani Islam Indonesia Dikukuhkan, Ini Pesan MS Kaban

Serikat Tani Islam Indonesia tak lepas dari eksistensi Masyumi dulu.

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
 Pengurus Besar Serikat Tani Islam Indonesia (PB STII) Periode 2019-2024 dilantik di aula Masjid Al Furqon, Jalan Kramat Raya 45 Jakarta Pusat, Jumat (6/3) siang.
Foto: Republika/Muhyiddin
Pengurus Besar Serikat Tani Islam Indonesia (PB STII) Periode 2019-2024 dilantik di aula Masjid Al Furqon, Jalan Kramat Raya 45 Jakarta Pusat, Jumat (6/3) siang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengurus Besar Serikat Tani Islam Indonesia (PB STII) Periode 2019-2024 dilantik di aula Masjid Al Furqon, Jalan Kramat Raya 45 Jakarta Pusat, Jumat (6/3). 

Kepengurusan yang dilantik ini merupakan amanat Muktamar V STII yang digelar di Pesantren Pertanian Daarul Fallah, Bogor, Jawa Barat, pada 23-24 November 2019. 

Baca Juga

Pelantikan ini dihadiri anggota DPD RI Abdullah Puteh, perwakilan Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) dan pengurus STII. Hadir juga Menteri Kehutanan RI Periode 2004-2009, Malem Sambat (MS) Kaban yang dalam acara ini menyampaikan tausiyah idiologis.   

Dalam tausiyahnya, Kaban banyak bercerita tentang pengalamannya di dunia pertanian. Dia pun berharap pengurus STII yang baru ini dapat hadir di tengah-tengah para petani. "Dengan dilantiknya STII ini mudah-mudahan benar-benar hadir di tengah petani," ujar Kaban.  

Menurut Kaban, dalam sejarahnya STII ini sebenarnya hadir bersama dengan kekuatan politik Islam, yaitu Masyumi. Karena itu, menurut dia, besarnya Masyumi waktu itu juga tidak terlepas dari kekuatan petani Muslim. "Jadi kita tidak bisa melepas ini dari sejarah," ucap Kaban.  

Kaban mengatakan, sebagai organisasi petani yang didirikan sejak 1947, STII saat ini sudah mempunyai basis-basis petani di berbagai daerah. Namun, menurut dia, STII kedepannya jiga harus bisa memodernisasi teknologi untuk pengolahan lahan ataupun hasil pertanian.  

"Jadi tidak lagi hanya bertumpu kelada produksi, tapi juga sudah harus mulai pada pengolahan produk-produk setengah jadi atau mungkin produk hasil industrinya. Karena dengan peningkatan pengolahan itu akan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi," kata Kaban saat ditemui Republika.co.id usai acara pelantikan.    

Acara pelantikan ini juga dimeriahkan dengan bazar UMKM dan launching ATM beras sebagai bagian dari program pro-petani. ATM beras yang produksi anak bangsa ini diluncurkan oleh Dewan Kehormatan STII, Abdullah Puteh.  

Sementara itu, Ketua Umum PB STII, Fathurrahman Mahfudz, dalam acara ini menyampaikan orasi perjuangan bertema kedaulatan pertanian dan pangan. 

Menurut dia, pada awal kepemimpinnya akan fokus melakukan konsolidasi di STII. "Alhamdulillah pasca pelantikan ini akan fokus pada konsolidasi organisasi. Kita ingin menetapkan bahwa teman-temqn kita di provinsi atau kabupaten/kota, kita akan rapikan kita akan kuatkan konsolidasi," ujar Fathur saat ditemui lebih lanjut.  

Selain itu, Fathur bersama pengurus STII lainnya kedepannya juga akan mendirikan seribu kelompok tani di berbagai daerah di Indonesia. "Insya Allah kita akan mendirikan kelompok-kelompok petani. Itu minimal paling tidak dalam tahap awal ini kita akan buat seribu kelompok tani dari berbagai macam bidang sektor pertanian," kata Fathur.  

Kepengurusan STII secara umum terdiri dari Dewan Kehormatan yang diketuai mantan Ketum STII Abdullah Puteh, Dewan Pertimbangan yang diketuai Noer Sutrisno, Dewan Pakar yang dipimpin Iwan Riswandi. Sementara itu, Majelis Syariah dipimpin oleh Ahmad Zain an Najah, dan Pengurus Besar STII diketuai Fathurrahman Mahfudz beserta Sekjennya Ikbal Sayuti.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement