Senin 02 Mar 2020 11:22 WIB

25 Rumah Sakit Saudi Dilengkapi untuk Tangani Corona

Saudi siapkan 2.200 tempat tidur untuk karantina kasus corona.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah
25 Rumah Sakit Saudi Dilengkapi untuk Tangani Corona. Penonton acara gulat WWE Super Show Down di Riyadh, Arab Saudi memakai masker untuk mencegah penyebaran virus corona, Kamis (27/2).
Foto: AP Photo/Amr Nabil
25 Rumah Sakit Saudi Dilengkapi untuk Tangani Corona. Penonton acara gulat WWE Super Show Down di Riyadh, Arab Saudi memakai masker untuk mencegah penyebaran virus corona, Kamis (27/2).

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Arab saudi bertindak cepat dalam mencegah penyebaran virus corona. Sejumlah rumah sakit di seluruh Kerajaan pun dilengkapi untuk menangani infeksi virus corona yang kemungkinan terdeteksi.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Saudi, Mohammed Abdelali, Ahad (1/3), mengatakan setidaknya 25 rumah sakit telah diperlengkapi. Menurutnya, sebanyak 2.200 tempat tidur di rumah sakit didedikasikan untuk kasus karantina dari orang yang terinfeksi corona.

Baca Juga

Dalam konferensi pers soal tindak lanjut terkait virus corona dan pelayanan haji dan umrah, dia juga mengatakan semua warga Saudi di luar negeri telah dievakuasi dari daerah endemis dan telah kembali ke Kerajaan. Mereka juga dikatakan menerima tindakan kesehatan yang diperlukan.

Namun demikian, sejauh ini Kerajaan Saudi belum menemukan adanya kasus virus corona di negaranya. Abdelali mengatakan aktivitas perdagangan di Saudi belum terpengaruh oleh virus tersebut dan bisnis berjalan seperti biasa.

Wakil Sekretaris untuk Departemen Haji dan Umrah untuk Urusan Umrah, Abdulaziz Wazzan, mengatakan bahwa pemerintah telah mulai menghentikan sistem otomatis untuk mengeluarkan visa umrah dan sistem pemrosesan visa untuk waktu yang singkat.

"Tindakan pencegahan telah diedarkan ke perusahaan umrah dan perusahaan yang beroperasi di Kerajaan, selain agen eksternal," kata Wazzan, dilansir di Arab News, Senin (2/3).

Ia menambahkan, sebanyak 469 ribu jamaah dan pengunjung telah berada di Kerajaan sejak keputusan untuk menghentikan visa itu dibuat pekan lalu. Sementara itu, sebanyak 106 ribu jamaah telah meninggalkan Kerajaan sejak keputusan itu dikeluarkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement