Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

PM Pakistan Desak Dunia Internasional Bantu Muslim India

Kamis 27 Feb 2020 23:45 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah

Warga muslim meninggalkan lingkungan rumahnya yang mayoritas warga Hindu pascabentrok massa pendukung dan penentang UU Kewarganegaraan India berujung rusuh di New Delhi, India.

Warga muslim meninggalkan lingkungan rumahnya yang mayoritas warga Hindu pascabentrok massa pendukung dan penentang UU Kewarganegaraan India berujung rusuh di New Delhi, India.

Foto: Adnan Abidi/Reuters
PM Pakistan menilai India tak mampu melindungi minoritas Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD – Perdana Menteri Pakistan Imran Khan membuat cuitan di akun twitternya untuk meminta komunitas internasional campur tangan dalam masalah kekerasan yang dihadapi Muslim di India. 

Baca Juga

"Jam malam di Jammu dan Kashmir adalah awal dari "pertumpahan darah" di India, dan sekarang semua 20 juta Muslim di India menjadi sasaran. Populasi Muslim India tidak lebih dari 20 juta orang," cuitan dia.  

Dilansir di scrool.in, Rabu (26/2), Khan mengklaim bahwa Muslim India menjadi sasaran dan prediksi sebelumnya tentang pertumpahan darah di India terbukti benar. 

Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB tahun lalu, Khan menuduh bahwa India telah mengunci delapan juta Muslim di Jammu dan Kashmir. Dia telah memperingatkan perang nuklir antara India dan Pakistan dan mengecam Rashtriya Swayamsevak Sangh karena "ideologi mirip Nazi".

Perdana menteri Pakistan memperingatkan bahwa siapa pun yang menyerang minoritas di negaranya akan menghadapi tindakan tegas. 

"Saya ingin memperingatkan orang-orang kami bahwa siapa pun di Pakistan yang menargetkan warga non-Muslim kami atau tempat ibadah mereka akan ditangani secara ketat," kata Khan. Minoritas kita adalah warga negara yang setara di negara ini," jelas dia.

Setidaknya 24 lebih orang meninggal dunia sejauh ini dalam bentrokan keras antara pendukung dan penentang UU Amendemen Kewarganegaraan di distrik North East Delhi. 

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA