Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Menghormati Salam Ajaran Setiap Agama Adalah Makna Toleransi

Ahad 23 Feb 2020 09:58 WIB

Rep: Umar Mukhtar / Red: Agus Yulianto

UKP-DKAAP Prof Syafiq Mughni bersama Ketua Umum PGI Pdt Henriette Tabita Lebang di Kantor Pusat PGI.

UKP-DKAAP Prof Syafiq Mughni bersama Ketua Umum PGI Pdt Henriette Tabita Lebang di Kantor Pusat PGI.

Foto: Republika/Fuji Eka Permana
Asslamu'alaikum, salam yang tidak bisa digantikan oleh salam yang sekuler.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. H. Syafiq A. Mughni, MA. Ph.D menuturkan, agama memiliki ajaran tentang bentuk-bentuk salamnya. Menghormati agama, kata dia, berarti harus menghormati salam yang diajarkan oleh setiap agama.

"Di sinilah makna toleransi beragama, yaitu saling menghormati," tutur Guru Besar Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya itu, kepada Republika.co.id, Sabtu (22/2).

Syafiq mengatakan, isi dari salam yang diajarkan oleh Islam, yakni assalamualaikum. Itu adalah doa dan jaminan keselamatan dari orang yang mengucapkan salam bagi orang lain. "Inilah esensi yang tidak bisa digantikan oleh salam yang sekuler," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua BPIP Yudian Wahyudi menyampaikan perlunya salam yang disepakati secara nasional. Sekarang ini, kata Yudian, jumlah salam mengikuti agama di Indonesia. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA