Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Kitab Taurat Sebut Kedatangan Nabi Muhammad dan Ciri-Cirinya

Kamis 20 Feb 2020 18:25 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah

Kitab Taurat menegaskan Muhammad SAW nabi dan rasul pamungkas. Rasulullah SAW (ilustrasi)

Kitab Taurat menegaskan Muhammad SAW nabi dan rasul pamungkas. Rasulullah SAW (ilustrasi)

Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Kitab Taurat menegaskan Muhammad SAW nabi dan rasul pamungkas.

REPUBLIKA.CO.ID, Berita tentang kedatangan nabi dan rasul terakhir, yaitu Muhammad SAW tidak hanya disebutkan dalam Injil, tetapi juga kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS. 

Baca Juga

Allah SWT berfirman, dalam Surat Al Araf ayat 157. "(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka." 

Menurut Ibnu Al Jauzy dalam kitab Al Wafa, dalam Taurat, Nabi Muhammad memiliki ciri-ciri yang sama dengan yang ada dalam Alquran. Dalam Taurat Nabi Muhammad diutus sebagai saksi, dan pembawa kabar gembira serta pemberi peringatan, untuk menjaga agama.

Muhammad SAW disebut Al-Mutawakkil, bukan orang yang berperangai jahat, bukan pula orang yang kasar, dan bukan orang suka berteriak di pasar. Dia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, akan tetapi pemaaf.

Allah SWT tidak akan mencabut nyawa beliau sebelum agama yang bengkok menjadi lurus, sehingga mereka semua mengucapkan kalimat La llaha illallah.

Allah membuka melalui beliau mata orang-orang yang buta, telinga-telinga yang tuli dan hati-hati yang lalai." Lafal hadis ini hanya diriwayatkan Al Bukhari.

Dalam Taurat juga dijelaskan mengenai riwayat hidup Muhammad SAW. Dia lahir di Makkah. Tempat hijrah beliau adalah Thabah (Madinah). Kekuasaan beliau berada di Syam. Beliau bukan orang yang keji, tidak pula suka berteriak di pasar dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, akan tetapi beliau suka memberi maaf."

Umat beliau adalah orang orang yang suka memuji Allah SWT, bertakbir pada setiap tempat, bertahmid pada setiap rumah. Mereka mengenakan sarung pada setengah badan mereka. 

Mereka berwudhu dengan membasuh anggota badan mereka. Mereka diserukan di langit. Barisan mereka dalam peperangan seperti barisan mereka pada waktu shalat. Pada malam hari, suara mereka mendengung seperti dengungan lebah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA