Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

10 Alasan Mengapa Puasa Daud Sangat Dianjurkan Rasulullah

Senin 17 Feb 2020 17:19 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Nashih Nashrullah

Puasa Daud mempunyai sejumlah keutamaan jasmani dan rohani. Ilustrasi berpuasa

Puasa Daud mempunyai sejumlah keutamaan jasmani dan rohani. Ilustrasi berpuasa

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Puasa Daud mempunyai sejumlah keutamaan jasmani dan rohani.

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA— Puasa Daud merupakan puasa khusus amalannya Nabi Daud AS. Puasa Daud dapat diartikan sebagai puasa sunnah yang dikerjakan dengan cara sehari puasa, kemudian sehari berbuka. Puasa ini merupakan puasa sunnah yang paling utama. 

Baca Juga

Mengutip buku Hebatnya Puasa Daud, karya KH Hendra Zainuddin, puasa ini juga tergolong berat karena puasa ini dikerjakan secara berkelanjutan terus-menerus dan hanya dibatasi jeda sehari yang menurut peraturan sunnahnya untuk tidak puasa. Jadi sehari berpuasa dan hari berikutnya tidak begitu seterusnya.   

Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda, "Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah yang dinamakan Puasa Daud AS. Dan ini adalah puasa yang paling afdhal. Lalu aku (Abdullah bin Amru ra berkata) "Sesungguhnya aku mampu untuk puasa lebih dari itu maka Nabi. "Berkata tidak ada puasa yang lebih afdhal dari itu." (HR Bukhari)  

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Puasa Daud merupakan puasa yang diisyaratkan Nabi Daud dan diamalkan Nabi Muhammad beserta umatnya, hingga saat ini puasa ini termasuk dalam kategori puasa sunnah hukumnya. 

Kiai Hendra yang juga Pengasuh Pesantren Khusus Tahfidz Alquran Aulia Cendekia Pelembang ini mengatakan, mengapa puasa Daud dikatakan Nabi Muhammad lebih utama dibandingkan dengan puasa sunnah lainnya? Kiai Hendra memaparkan sepuluh keutamaan puasa Daud, yaitu sebagai berikut: 

Pertama, puasa Daud terpelihara dari maksiat. Orang yang melaksakan Puasa Daud, selalu dijaga dari berbuat maksiat. Apabila dia akan melakukan suatu pekerjaan yang ada unsur maksiatnya, niscaya akan selalu ada kekuatan gaib semacam bisikan yang secara tiba-tiba menyeruak dalam hatinya.  

Jasmani dan rohaninya kata Kiai Hendra seperti ada yang menjaga pagar yang membuat langkah dan sepak terjangnya selalu dalam bingkaian aturan dan ridha Allah SWT. "Apabila dia berniat hendak melakukan kejahatan yakni menganiaya orang lain, maka Allah memberinya rasa iba atau kasihan sehingga ia mengurungkan niat buruknya tersebut," katanya. 

Kedua, Puasa Daud ini tumbuhnya akhlakul karimah. Salah satu rahasia Puasa Daud yaitu dikaruniai budi, pekerti yang luhur. Manakala bertutur kata senantiasa santun, sabar, rendah hati, suka mengalah, tidak egois, senang berteman, sehingga orang lain melihatnya menarik dan penuh kesan. 

Ketiga, menerima pemberian Allah dengan lapang hati. Orang yang mengerjakan Puasa Daud niscaya Allah mengaruniakan kepada orang tersebut rasa menerima terhadap apa saja pemberian Allah, baik maupu buruknya. 

Keempat, selalu berpikir positif, kreatif dan inovatif. "Orang yang mengerjakan Puasa Daud niscaya akan dikaruniai pikiran yang senantiasa positif, kreatif dan inovatif," katanya. 

Kelima, puasa Daud menumbuhkan sifat hilm (emosi dapat ditahan dengan baik). Rasa hilm menahan emosi akan dikaruniai Allah kepada orang yang istiqamah menjalankan puasa Daud. 

Sebab pada dasarnya orang yang hendak melakukan Puasa Daud harus siap untuk bersifat sabar. "Adapun cara mencegah marah itu dengan berwudu, mengubah posisi dan mencari kesibukan," katanya.  

Keenam, puasa Daud menentramkan jiwa. Orang yang menjalankan puasa Daud jiwanya akan merasa tenteram. Sebab dia merasa dekat dengan Allah dan Allah adalah Dzat yang dapat menolong setiap hamba-Nya yang membutuhkan pertolongan. 

Ketujuh, bertambah wibawa. Orang yang biasa menjalankan ibadah puasa Daud niscaya dirinya akan bertambah di bawah diharapkan orang lain. 

Jika dia seorang guru dia akan disegani murid-muridnya,  jika dia seorang pejabat yang saya hormati oleh bawahannya dan apabila dia seorang bawah ini saya akan dihormati atasannya. 

Kedelapan, puasa Daud dapat mendatangkan rezeki yang tidak disangka-sangka. Puasa Daud bisa menjadi salah satu pintu datangnya rezeki tentu saja, hal ini adalah rezeki yang dapat mencukupi kebutuhan hidupnya.  

Kesembilan, puasa Daud bisa menjadikan hamba yang selalu bersyukur. Bersyukur merupakan salah satu ibadah mulia kepada Allah yang mudah dilaksanakan, tidak memerlukan tenaga dan pikiran. Bersyukur atas nikmat Allah berarti berterima kasih kepada Allah karena kemurahan-Nya.  

Dengan bersyukur berarti kita mengingat Allah yang Mahakaya,  Mahapengasih, Mahapenyayang dan Mahapenyantun. Kia Hendra mengatakan, mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu bersyukur dengan hati nurani, bersyukur billisan (dengan ucapan), bersyukur dengan perbuatan yang bisa dilakukan oleh anggota tubuh.  

Kesepuluh keistimewaan puasa Daud suasana rumah tangganya senantiasa harmonis. Rumah tangga yang harmonis merupakan dambaan setiap orang. Sebab itu rumah tangga yang harmonis yaitu tercipta suasana yang nyaman, tenang, damai dan menyenangkan hati.  "Puasa Daud dapat mendukung terciptanya keluarga yang harmonis sakinah, mawadah, warahmah," katanya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA