Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Jepang Pesan Makanan Halal dari Malaysia untuk Olimpiade

Senin 17 Feb 2020 16:37 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Ani Nursalikah

Jepang Pesan Makanan Halal dari Malaysia untuk Olimpiade. Warga mengunjungi Japan Olympic Museum.

Jepang Pesan Makanan Halal dari Malaysia untuk Olimpiade. Warga mengunjungi Japan Olympic Museum.

Foto: AP Photo/Eugene Hoshiko
Malaysia targetkan jual produk halal senilai 300 juta dolar selama Olimpiade.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Sebuah pabrik kecil di Malaysia sedang mempersiapkan ribuan makanan halal siap saji, dari nasi goreng hingga ayam biryani. Menu makanan tersebut akan dikirim ke Jepang bertepatan dengan acara olahraga terbesar 2020, Olimpiade.

"Ini adalah peluang besar bagi kami, tujuan kami bukan untuk keluar-masuk. Kami harus masuk dan tinggal untuk jangka panjang," kata Ahmad Husaini Hassan, bos perusahaan My Chef yang membuat makanan di Kuala Lumpur, dilansir di Japan Today, Senin (17/2).

Malaysia adalah satu-satunya negara yang telah mencapai kesepakatan kerja sama halal dengan Tokyo untuk Olimpiade. My Chef bertujuan melipatgandakan pendapatannya menjadi 4,5 juta ringgit atau sekitar satu juta dolar AS tahun ini. Saat ini mereka sedang dalam pembicaraan dengan pengecer Jepang Aeon untuk bekerja sama mengembangkan lini makanan halal siap saji dan camilan.

HQC Commerce merupakan satu di antara empat perusahaan yang dipilih untuk mendistribusikan produk halal Malaysia di Jepang.  Olimpiade adalah batu loncatan untuk hal-hal yang lebih besar.

"Kami tahu selama Olimpiade permintaan akan jadi tertinggi, jadi ini saatnya bagi kami untuk mempromosikan produk Malaysia," kata CEO Khairul Shahril Hamzah.

Malaysia ingin menggunakan Olimpiade sebagai batu loncatan untuk mendorong ekspor halal, termasuk makanan dan kosmetik. Mereka menargetkan sekitar lima miliar hingga 12 miliar dolar AS tahun ini.

Pada 2018, Malaysia mengekspor barang halal senilai 604 juta dolar AS ke Jepang. Sebanyak 90 persen dari itu merupakan bahan makanan dan makanan jadi.

Perdagangan halal Malaysia tertinggal dari negara-negara non-Muslim seperti Amerika Serikat, China, dan Brasil. Menurut perusahaan data Research and Markets yang berbasis di Dublin, nilai pasar halal global diproyeksikan mencapai  2,6 triliun dolar AS pada 2023, hampir dua kali lipat dari 2017.

Pemerintah Malaysia telah menetapkan target untuk menjual makanan dan produk halal senilai 300 juta dolar AS kepada Muslim dan non-Muslim selama Olimpiade Jepang berlangsung. Ini telah mengamankan ruang di sela-sela untuk menjadi tuan rumah promosi "Malaysia Street 2020". Kesempatan itu akan menawarkan peluang menjual makanan dan bagi perusahaan untuk bertemu dengan pembeli dan distributor Jepang.

"Kami harus banyak belajar dari pihak berwenang Malaysia dan sebagai gantinya, perusahaan Malaysia memiliki lebih banyak peluang memperluas bisnis mereka," kata penasihat ekonomi di kedutaan Jepang di Malaysia, Hideto Nakajima.

Jumlah wisatawan Asia Tenggara ke Jepang meningkat dalam beberapa tahun terakhir berkat aturan visa yang longgar. Jepang menarik 40 juta wisatawan tahun ini. Malaysia memperkirakan delapan juta dari mereka merupakan Muslim.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA