Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Muhammadiyah: Kerajaan Baru Juga Muncul dalam Sejarah Islam

Senin 17 Feb 2020 15:21 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah

Muhammadiyah: Kerajaan Baru Juga Muncul dalam Sejarah Islam.

Muhammadiyah: Kerajaan Baru Juga Muncul dalam Sejarah Islam.

Foto: Republika
Munculnya kerajaan baru karena ada skeptisisme.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah KH Muhammad Ziyad mengatakan, munculnya fenomena kerajaan baru sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga terjadi dalam sejarah Islam. Hal ini disampaikan Kiai Ziyad dalam pengajian umum yang digelar di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta pada Jumat malam (14/2).

“Mengapa kalau kita lihat di dalam sejarah Islam ada muncul kerajaan baru, karena pusat kekuasaan melemah pada waktu itu. Misalkan Baghdad yang kemudian muncul kerajaan-kerajaan seperti Dinasti Saljuk. Jadi kerajaan pada zaman dulu itu munculnya ketika pusat kekuasaan mulai melemah,” ujarnya dalam pengajian yang mengangkat tema “Fenomena Kerajaan Baru” tersebut.

Kedua, munculnya kerajaan baru tersebut karena ada skeptisisme sehingga masyarakat mencari hal yang baru. Dilihat dari aspek sosiologis, menurut dia, munculnya kerajaan baru memang muncul karena kondisi masyarakatnya.

Dia pun mencontohkan seperti Kerajaan Agung Sejagad yang belum lama ini muncul di Indonesia, tepatnya di Desa Pogung, Kecamatan Bayan, Purworejo. “Ternyata seperti Kerajaan Agung Sejagat adalah jauh dari pusat kekuasaan yang tidak terjangkau, ini adalah bagian mungkin untuk mempengaruhi sehingga mudah akhirnya. Dan ternyata kemudian juga berhasil. Dan pada zaman dulu juga seperti itu. Jadi zaman itu selalu berputar, selalu terulang cuma konteksnya berbeda,” ucap Kiai Ziyad.

Ketiga, menurut Kiai Ziyad, munculnya kerajaan baru tersebut juga dapat dilihat dari aspek ekonomis. Dia mengungkapkan, kerajaan baru itu tidak serta merta bermunculan, tapi kerap dilatarbelakangi masalah ekonomi. Selain itu, kemunculan kerajaan baru itu juga terdapat aspek teologis.

“Aspek teologisnya adalah mereka-mereka yang menobatkan diri sebagai raja ini menyatakan dia menerima ilham. Ada bisikan wahyu katanya,” ujar Kiai Ziyad.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA