Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Wapres kepada Khatib Indonesia: Jangan Bangun Narasi Konflik

Sabtu 15 Feb 2020 00:00 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Nashih Nashrullah

Wapres KH Ma'ruf Amin mengajak khatib untuk menghindari narasi konflik.

Wapres KH Ma'ruf Amin mengajak khatib untuk menghindari narasi konflik.

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Wapres KH Ma'ruf Amin mengajak khatib untuk menghindari narasi konflik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengimbau para khatib dalam khutbahnya untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan umat. 

Baca Juga

Ma'ruf berpesan agar khatib tidak memberikan materi dakwah yang justru mengobarkan permusuhan di antara umat. Pernyataan itu disampaikan Ma'ruf saat membuka Rakernas ke-II dan Halaqah Khatib Indonesia di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (14/2).

"Karena itu harus membangun narasi kerukunan, dalam khotbah itu jangan bangun narasi konflik dan permusuhan, jangan ada perasaan seperti perang melawan Belanda," ujar Ma'ruf dalam sambutannya. 

Ma'ruf mengingatkan, besarnya pengaruh materi yang disampaikan khatib terhadap pandangan, sikap dan tindakan masyarakat. Karena itu, khatib harus mempunyai kompetensi dan pemahaman agama yang benar.  

Selain itu, khatib juga harus mempunyai komitmen kebangsaan sehingga dalan dakwahnya masih dalam taraf bingkai kenegaraan dan kebangsaan. 

Ma'ruf juga meminta agar khatib juga tidak menyebarkan sikap intoleran yang berpotensi melahirkan sikap radikalisme di antara para jamaah. 

Menurutnya, khatib pun harus dibekali pemahaman toleran sebelum dia memberikan khutbah kepada para jamaahnya. 

"Saya sikap inteloran jangan sampai ada, karena intoleran ini melahirkan radikalisme, radikalisme inti nanti mengarah pada terorisme, jangan sampai khatib mengobarkan sikap-sikap itu, ini barang kali yang perlu jadi komitmen," ujarnya. 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA