Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Kantin Kampus di AS Kini Sajikan Makanan Halal

Jumat 14 Feb 2020 13:19 WIB

Rep: Ratna AJeng Tejomukti/ Red: Muhammad Hafil

Kantin Kampus di AS Kini Sajikan Makanan Halal. Foto ilustrasi: Restoran Halal di Amerika

Kantin Kampus di AS Kini Sajikan Makanan Halal. Foto ilustrasi: Restoran Halal di Amerika

Foto: VOA
Mahasiswa muslim di AS kini memiliki pilihan mengonsumsi makanan halal di kampus.

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Asosiasi Mahasiswa Muslim (MSA) bekerja sama dengan Universitas Southern California (USC) di Amerika Serikat tellah mengupayakan kantin di kampus untuk menyajikan makanan halal.

Dilansir di weaterngazette.ca, Selasa (11/2) kini mahasiswa muslim memiliki pilihan untuk mengonsumsi makanan halal ketika di kampus. MSA berusaha untuk mempromosikan agar lebih banyak siswa yang mengetahui mengenai layanan ini.

Menurut Yasmin Khan, wakil presiden hubungan masyarakat MSA, staf di kampus tidak tahu bahwa mereka memiliki pilihan makanan halal sehingga mereka tidak menawarkannya kepada siswa.

Ayam halal, misalnya, sudah disajikan sebagai pilihan di tempat-tempat seperti The Wave, tetapi baik staf dan siswa tidak mengetahui ketersediaannya.

Pilihan makanan halal saat ini ditawarkan di Pita Pit di University Community Center, Da Vinci's di Spencer Engineering Building, Einstein dan Casa Burrito di Gedung Ilmu Pengetahuan Alam, Kotak Mie dan Quesada di Somerville Hall, dan di The Wave - Paramount. Kantin ini tersedia hingga pukul 19.00 waktu setempat mulai Senin hingga Kamis.

Untuk meningkatkan makanan halal di kampus, MSA memulai pekerjaan mereka dengan Cat Dunne, wakil presiden USC.  Dari sana, kelompok itu bertemu dengan pejabat administrasi.  Student Experience, sektor luas dari universitas yang  mencakup kesehatan, membantu mereka menerapkan perubahan.

"Kami pada dasarnya menyatakan kepada mereka apa yang kami butuhkan untuk membuat komunitas Muslim di kampus memiliki suasana yang lebih ramah, dan mereka perlu mengakomodasinya karena ini merupakan perjuangan bagi kami untuk menemukan makanan halal di kampus," kata Khan.

"Aku merasa lebih nyaman, penting untuk berbicara tentang apa pun yang Anda butuhkan untuk membela komunitas Anda, dan orang-orang ini akan selalu membantu Anda dan memastikan bahwa suara Anda didengar sepanjang waktu," jelas Khan.

Khan mengatakan perubahan itu akan memberi siswa lebih banyak pilihan di kampus untuk makan. Karena sbeelumnya mereka harus mencari makanan halal jauh dari kampus hingga pusat kota sehingga memakan waktu.

Saat ini, MSA berupaya lebih beragam dalam menambahkan pilihan makanan halal di kampus.

"Kami mencoba meningkatkan opsi untuk daging sapi dan gaya memasak dan masakan lainnya, semoga itu membuat dampak yang lebih besar. Kami hanya ingin membuat pengalaman mahasiswa di kampus semudah yang kami bisa," ujar dia.

MSA adalah salah satu organisasi terbesar di Barat dengan 300 anggota. Mereka merupakan organisasi mahasiswa independen dengan berbagai kegiatan seperti Muslim untuk Kemanusiaan dan Bulan Kesadaran Islam.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA