Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Dompet Dhuafa Panen Jagung Perdana di Padang Pariaman

Kamis 13 Feb 2020 20:21 WIB

Rep: Febrian Fachri / Red: Hiru Muhammad

ilustrasi. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Taman Asri yang merupakan petani binaan Dompet Dhuafa, mereka berhasil melakukan panen raya, pada Jumat (25/10).

ilustrasi. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Taman Asri yang merupakan petani binaan Dompet Dhuafa, mereka berhasil melakukan panen raya, pada Jumat (25/10).

Foto: Dompet Dhuafa
Program ini bisa mengentaskan kemiskinan petani di Padang Pariaman

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PARIAMAN -- Dompet Dhuafa Singgalang (DDS) melaksanakan panen perdana jagung di Korong Toboh Sikumbang Nagari Balah Aia, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman. Panen ini dilakukan bersama masyarakat petani jagung yang merupakan penerima manfaat dari Dompet Dhuafa di Padang Pariaman.

Pimpinan Cabang DDS Hadie Bandarian Syah  mengatakan pemberdayaan petani jagung ini merupakan salah satu sumbangsih Dompet Dhuafa dalam meningkatkan pendapatan ekonomi kepada masyarakat kurang mampu. DDS kata Hadie menginisiasi program pemberdayaan ekonomi ini dari dana zakat yang dihimpun dari masyarakat.

"Program yang didanai dari dana zakat yang diproduktifkan dan disalurkan kepada penerima manfaat dalam bentuk bantuan sewa lahan, pembukaan lahan, modal kerja, bibit, pupuk, alat pertanian, hingga pendamping lapangan," kata Hadie, Kamis (13/2).

Hadie menjelaskan ada 10 hektare lahan yang akan ditanami jagung. Dari jumlah tersebut sudah 2,5 hektare yang sudah ditanami. Pekan ini DDS bersama penerima manfaat memanen 1 hektare jagung yang dibudidayakan. Panen perdana ini dilakukan di lahan ladang jagung yang dikelola lima orang penerima manfaat DDS. "Kami harap nantinya bisa dilaksanakan panen setiap bulannya," kata Hadie.

Hadie juga ingin program pemberdayaan petani jagung ini bisa mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Padang Pariaman. Selain itu DDS berharap dengan meningkatkan pendapatan nantinya para mustahik dapat berubah menjadi muzaki.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA