Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Apakah Membaca Alquran Harus Sempurna dan tak Boleh Keliru?

Rabu 29 Jan 2020 00:10 WIB

Rep: MgRol 127/ Red: Nashih Nashrullah

Allah SWT memberikan keringanan pembaca Alquran yang keliru dan salah secara tak sengaja. Ilustrasi  Anak membaca Alquran

Allah SWT memberikan keringanan pembaca Alquran yang keliru dan salah secara tak sengaja. Ilustrasi Anak membaca Alquran

Foto: Antara/Arif Firmansyah
Allah SWT memberikan keringanan pembaca Alquran yang keliru.

REPUBLIKA.CO.ID, Membaca Alquran merupakan salah satu ibadah yang bisa dilakukan umat Muslim. Konon, ketika kita memutuskan untuk membaca Alquran, kita akan menuai banyak kebaikan dan pahala yang didapat dari setiap hurufnya. Sebagaimana hadist berikut: 

Baca Juga

“Siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miin itu satu huruf, tetapi Alif itu satu huruf dan Laam itu satu huruf dan Miim itu satu huruf.” (HR at-Tirmidzi /2327) 

Namun, bagaimana jika kita belum mahir betul dalam membaca Alquran? Penerapan tartil, pelafalan huruf dan makhraj pun masih belum benar. Bagaimana menyikapi hal tersebut? Berikut penjelasan dari Ahmad Sarwat, Lc MA dalam bukunya Salah Paham Alquran: 

Kita tampaknya lebih sering mendengar adanya perintah membaca Alquran secara sempurna, tartil dan sesuai dengan makharij huruf dan sifatnya. Dan benar bahwa ada ayat yang memerintahkan untuk itu, yaitu : “Dan bacalah Alquran itu dengan tartil.” (QS al-Muzzammil : 4) 

Oleh banyak ulama, perintah untuk menartilkan bacaan Alquran maksudnya adalah membaca Alquran sesuai dengan tata cara orang Arab dalam membacanya, yaitu dengan menyempurnakan makharijul hurufnya, sifat-sifatnya, termasuk tajwid dan hukum-hukum bacaan yang berlaku.  

Ayat ini kemudian sering ditafsirkan seakan menutup kesempatan orang yang non-Arab untuk masuk surga. Dari miliaran penduduk Muslim di muka bumi ini, hanya kurang lebih 300 jutaan saja yang menggunakan bahasa Arab. Selebihnya, ada 1.300 juta sisanya yang tidak akan masuk surga, lantaran tidak benar bacaan al-Fatihahnya. 

Untungnya, kewajiban harus baca Alquran dengan sempurna kemudian diringankan dalam Alquran dalam firman Allah SWt dalam potongan surah al-Muzzamil: 20. “… Karena itu bacalah apa yang mudah dari Alquran… ” 

Dengan adanya ayat ini, maka umat Islam sedunia yang belum bisa melafalkan huruf-huruf Arab dengan benar tidak menjadi berdosa atau tidak sah bacaan shalatnya. Karena Allah SWT tidak lagi mengharuskan bacaan Alquran yang sesempurna orang Arab dalam melafalkannya. 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA