Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Tak Ada Transaksi di Islamic Book Fair Saat Shalat Jumat

Selasa 28 Jan 2020 15:03 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Muhammad Hafil

Tak Ada Transaksi di Islamic Book Fair Saat Shalat Jumat. Foto: Para pengunjung mengamati berbagai buku pada acara Islamic Book Fair 2019, di Gedung Landmark, Kota Bandung, Senin (9/12).

Tak Ada Transaksi di Islamic Book Fair Saat Shalat Jumat. Foto: Para pengunjung mengamati berbagai buku pada acara Islamic Book Fair 2019, di Gedung Landmark, Kota Bandung, Senin (9/12).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Islamic Book Fair akan digelar pada 26 Februari-1 Maret mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Panitia Islamic Book Fair 2020 Husni Kamil menerapkan aturan baru di tahun ini ketika event berlangsung saat Shalat Jumat segala transaksi dihentikan. Pameran  Islamic Book Fair (IBF) ke-19 akan diselenggarakan oleh lkatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta, pada 26 Februari hingga 1 Maret 2020 mendatang di Convention Center (JCC).

Pameran akan berlangsung mulai pulul 09.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. 
"Khusus hari Jumat pukul 11.45 WIB hingga pukul 12.45 WIB diharapkan  semua stan ditutup dan tidak ada transaksi penjualan,"jelas Husni pada kegiatan Technical Meeting, di Perpustakaan DKI Jakarta, Cikini, Selasa (28/1).

Meskipun nantinya penjaga stan dan pembelinya akhwat tetap harus ditutup. Selain itu pihak panitia akan menutup Pintu Masuk Hall A dan Hall B selama shalat Jumat berlangsung.

Nantinya pintu masuk akan dibuka kembali setelah shalat Jum'at. Penutupan juga berlaku di tempat penjualan tiket.

Husni mengatakan penerapan aturan ini bukan hanya sekedar menaati aturan panitia tetapi merupakan bagian dari perintah Allagh SWT. Meski harus merelakan wakti satu jam dan beberapa pihak merasa ini kesempatan untuk bertransaksi.

Dia berharap peserta pameran IBF 2020 ini tidak hanya sekadar mengharapkan keuntungan semata tetapi juga keberkahan dari usaha yang dilakukan.

Selain itu karena fasilitas shalat kini semakin luas, panitia tidak lagi menyebut sebagai musholla, tetapi masjid. Tahun ini panitia menyediakan ruang shalat seluas 1.240 meter persegi.

Masjid yang diberi nama Masjid IBF Baitul Ilmi tersedia selama acara ini berlangsung. Tak hanya digunakan sebagai ruang shalat, tempat ini juga akan difungsikan dengan maksimal.

"Nantinya masjid ini juga dijadikan panggung kedua untuk acara-acara tabligh akbar dan kegiatan keagamaan lainnya,"jelas dia.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA