Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Shalat Hajat Dianjurkan untuk Perlindungan dari Virus Corona

Senin 27 Jan 2020 19:28 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Ani Nursalikah

Shalat Hajat Dianjurkan untuk Perlindungan dari Virus Corona.

Shalat Hajat Dianjurkan untuk Perlindungan dari Virus Corona.

Foto: Antara/Syifa Yulinnas
Shalat hajat bertujuan dijauhkan dari marabahaya dan didekatkan dengan kebaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Agama Islam Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Didin Hafidhuddin mengimbau masyarakat memperbanyak doa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT, salah satunya dengan shalat hajat. Ia tak menampik, saat ini upaya tersebut menjadi jalan tengah terkait merebaknya virus corona.

“Hajat artinya kebutuhan yang mendesak. Shalat hajat artinya shalat yang salah satu tujuannya untuk memohon agar semua kebutuhan yang darurat dipenuhi-Nya,” ujar mantan ketum Baznas itu ketika dikonfirmasi Republika.co.id, Senin (27/1)

Dia menegaskan, kebutuhan yang dimaksud juga memang memiliki beberapa tujuan, yakni untuk dijauhkan dari marabahaya dan didekatkan dengan kebaikan. "Landasannya QS Al-Baqarah ayat 45," katanya.

Ketika ditanya manfaat shalat hajat terhadap penyebaran wabah, ia menegaskan untuk memperbaiki taqwa dan menjaga diri. Peningkatan ketaqwaan merupakan suatu keharusan dalam rangka mengundang perlindungan Allah SWT.

Mengutip buku Menjemput Berkah Lewat Shalat Hajat. Shalat ini bisa dilakukan kapan saja, namun demikian, waktu terbaik untuk melaksanakan shalat ini adalah pada sepertiga malam terakhir, sebagai bagian dari shalat malam.

Hal itu juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Ibnu Hibban, “Malam manakah yang paling didengar oleh Allah SWT? Rasulullah SAW bersabda, “Pada tengah malam.” (HR Imam Ahmad dan Imam Ibnu Hibban).

Secara umum, melakukan shalat hajat juga nyatanya sama dengan shalat sunnah lainnya. Kita harus bersih dari kotoran, najis dan hadas sebelum melakukannya. Bahkan, kita juga harus membersihkan diri dari sifat iri, dengki, riya, dan takabur. Sebab, sifat itu bisa menghalangi terkabulnya permintaan kita.

Selain itu, shalat hajat juga bisa dilakukan secara berjamaah atau sendiri-sendiri. Bedanya, hanya membaca niat dan bacaan setelah shalat Al-Fatihah. Niat shalat hajat, yaitu: Aku niat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Taala.

Sebelumnya masjid-masjid di Johor dan Trengganu Malaysia juga melakukan shalat hajat bersama. Hal itu dilakukan untuk meminta pada Allah agar dilindungi dari wabah novel corona virus 2019 (2019-nCoV).

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA