Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Dukung Pencegahan Stunting, Dompet Dhuafa Luncurkan Serasi

Ahad 26 Jan 2020 16:20 WIB

Red: Gita Amanda

Dompet Dhuafa luncurkan program Serasi untuk dukung pencegahan stunting.

Dompet Dhuafa luncurkan program Serasi untuk dukung pencegahan stunting.

Foto: Dompet Dhuafa
Serasi memberikan pendampingan dan edukasi pentingnya ASI untuk cegah stunting.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu masalah gizi di Indonesia yang masih menjadi keprihatinan bersama adalah stunting atau pertumbuhan tidak optimal (kerdil). Melihat hal ini Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa meluncurkan gerakan Sahabat Relawan ASI (Serasi) dalam memberikan pendampingan dan edukasi tentang betapa pentingnya ASI untuk pencegahan stunting.

Baca Juga

“Kondisi stunting tersebut perlu disadari oleh kalangan milenial terutama terkait dengan upaya yang bisa dilakukan sejak remaja, persiapan pranikah sampai dengan menikah dan optimalisasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan dimulai dari masa kehamilan sampai lahir dan anak berusia dua tahun menjadi kunci penting dalam membangun kesadaran hidup sehat serta dapat mencegah dan melahirkan generasi bebas stunting,” ujar dr. Yeni Purnamasari, MKM sebagai General Manager Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa, dalam siaran persnya.

Momentum hari gizi nasional ke 60 tahun 2020 mengambil tema Gizi Optimal untuk generasi milenial, dengan menyoroti perihal stunting, Indonesia mengalami triple burden masalah gizi, yaitu defiesiensi kalori dan protein dengan angka tiga diantara 10 balita stunting (30,8 persen), 1 diantara 10 balita wasting (10,2 persen), 2 diantara 10 balita underweight (17,7 persen), kelebihan kalori dengan data  1 diantara 10 balita obesitas (delapan persen), dan defisiensi zat gizi mikro dengan data 1 diantara 2 ibu hamil menderita anemia (48,9 persen) dan 3 diantara 10 remaja menderita anemia (Riskesdas 2018).

photo
Dompet Dhuafa luncurkan program Serasi untuk dukung pencegahan stunting.

Dari tiga beban tersebut, stunting menjadi permasalahan serius yang memerlukan perhatian dan intervensi berbagai pihak. Stunting menjadi salah satu tolok ukur HCI (Human Capital Index) Indonesia. HCI Indonesia sendiri pada tahun 2018 adalah 0,53 atau berada di peringkat ke 87 dari 157 negara. Data tersebut akan mampu memperkirakan anak-anak Indonesia yang lahir saat ini, 18 tahun kemudian hanya dapat mencapai 53 persen dari potensi produktivitas maksimumnya, sehingga HCI dapat dijadikan rujukan untuk melihat tingkat pencapaian pembangunan SDM di Indonesia dan merancang prioritas dan target pembangunan nasional yg selaras dengan SDGs.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya, mengalami hambatan perkembangan kognitif dan motorik serta akan mengalami gangguan metabolik (beresiko terkena penyakit tidak menular seperti diabetes, obesitas, strok, penyakit jantung) pada saat dewasa.

Dompet Dhuafa dalam mengatasi dan mencegah stunting, lebih besar pada upaya edukasi dan pendampingan keluarga mengenai pentingnya optimalisasi melalui program Jaring Kesehatan Ibu dan Anak (JKIA). Periode remaja, edukasi pentingnya sadar reproduksi sehat dan menjaga asupan gizi seimbang dilakukan dalam program Kesehatan Reproduksi (Kespro). Program tersebut dilaksanakan di 12 provinsi di Indonesia diantaranya di Aceh, Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sumatera Selatan, Jogja, Purwokerto, Sulawesi Selatan, NTT, NTB, Jawa Timur dan Papua.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA