Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Alasan Mengapa Kita Haram Menikahi Perempuan Sedarah Dekat

Ahad 26 Jan 2020 17:00 WIB

Rep: MgRol 127/ Red: Nashih Nashrullah

Perempuan sedarah dekat atau mahram tidak boleh dinikahi menurut Islam. Menikah.   (ilustrasi)

Perempuan sedarah dekat atau mahram tidak boleh dinikahi menurut Islam. Menikah. (ilustrasi)

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Perempuan sedarah dekat atau mahram tidak boleh dinikahi menurut Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, Sejumlah hukum yang diterapkan Allah SWT kepada hamba-Nya mempunyai beragam alasan sebagiannya. Rasionalisasi ibadah tersebut bisa dibaca tidak hanya dari teks, tetapi juga bukti empirik dan pembuktian ilmu pengetahuan, salah satunya. 

Baca Juga

Di antara contohnya adalah larangan menikahi perempuan yang masih mempunyai hubungan darah (mahram). Lalu, mengapa hal itu diharamkan? 

Menurut Syekh Yusuf al-Qaradhawi dalam buku Tuntas Memahami Halal dan Haram, seorang manusia yang normal tidak mungkin melepaskan hasrat seksualnya kepada darah dagingnya sendiri, seperti kepada ibu, kakak, adik, atau anak perempuan. Bahkan, binatang pun tidak ada yang seperti itu.  

Adapun perasannya kepada bibi atau tantenya, baik bibi dari pihak ayah ataupun ibu, seharusnya tidak juga dilakukan karena bibi memiliki kedudukan yang sama seperti ibunya sendiri. Sebab, kedudukan paman pun sama dengan ayahnya sendiri. 

Seandainya syariat tidak datang untuk memutuskan keingin orang-orang tersebut, tentu bahaya akan lebih besar menimpa mereka. Karena terlalu dekatnya hubungan seorang laki-laki dengan mereka, di samping seringnya berduaan dan bergaul dengan mereka.  

Hubungan antara laki-laki dan perempuan mahramnya memang harus terus terjalin dengan penuh kasih sayang, saling menghargai, saling menghormati, dan saling menyayangi. Tetapi, hal itu tidak dibenarkan untuk disertai naluri seksual. 

Sebab, salah satu tujuan pernikahan ialah untuk menjalin hubungan baru dengan wilayah yang lebih luas. Jadi, jika menikah dengan wanita yang mahram untuknya, tujuan pernikahan tersebut juga tidak dapat tercapai karena wilayah kekeluargaannya masih sempit.  

Sementara dalam melahirkan keturunan, laki-laki yang menikahi perempuan mahramnya akan menghasilkan buah hati yang memiliki kelemahan, baik kelemahan fisik dan mental dan biasanya akan menular pada keturunan lainnya. 

Tak hanya itu saja, perempuan juga membutuhkan laki-laki lain yang dapat melindungi dirinya serta menjaga kemaslahatannya di hadapan suaminya, terutama bila terjadi percekcokan di antara keduanya. Bagaimana mungkin laki-laki itu dapat memberi perlindungan, sementara dia menjadi suami yang memusuhinya.  

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA