Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Soal Khutbah Jumat, Kemenag Disarankan Buat Pedoman

Jumat 24 Jan 2020 17:53 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Muhammad Hafil

 Suasana saat khutbah pada shalat Jumat.  (ilustrasi)

Suasana saat khutbah pada shalat Jumat. (ilustrasi)

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Menyeragamkan khutbah Jumat di Indonesia dinilai sulit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Syuro Al-Irsyad Al-Islamiyyah KH Abdullah Al-Jaidi menyoroti wacana Kementerian Agama (Kemenag) Bandung untuk menyeragamkan materi khutbah Jumat. Ia mengakui, praktik penyeragaman khutbah Jumat bukanlah hal yang baru, beberapa negara juga menerapkan seperti Malaysia.

"Tapi memang di Indonesia sulit. Karena masing-masing para khatib kan punya wawasan sendiri-sendiri, yang terpenting sebenarnya bukan penyeragaman tapi pedoman atau himbauan," ujar Abdullah saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (24/1).

Sehingga, lanjut Abdullah dengan pedoman tersebut, tidak akan menimbulkan permasalahan baru karena adanya penyeragaman. Paling tidak membuat poin-poin yang memang layak disampaikan kepada jamaah shalat Jumat. Artinya, menurutnya, isi khutbah memotivasi umat untuk meningkatkan ibadah dan amal soleh.

"Dua arahnya yaitu ibadah dan kesalehan sosial, interaksi sosial, itu yang dibilang ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Jadi sebetulnya tidak perlu diseragamkan tapi ada sebuah pedoman," ungkapnya.

Maka kemudian, para khatib tersebut  menyesesuaikan materinya dengan pedoman-pedoman tersebut. Sementara selama  Kemenag tidak pernah memberikan acuan atau pedoman. Maka jika ingin mengantisipasi radikalisme dan hal negatif lainnya maka setidaknya diarahkan kepada pedoman-pedoman tersebut.

Misalnya, bagaimana kita memotivasi umat, mewujudkan kesalehan ibadah, kesolehan sosial. Jadi tidak bisa diseragamkan palagi tidak hanya satu adzab pasti akan repot. Saya kira kalau ada juklak lebih tepat daripada seragaman," tutup Abdullah.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA